Round-Up

Penantian Panjang Mencari Pengganti Sandiaga Berujung Riza Patria

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 22:03 WIB
Ahmad Riza Patria
Ahmad Riza Patria (Azizah/detikcom)
Jakarta -

Akhirnya penantian panjang untuk mencari pengganti Sandiaga Uno di kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta terjawab sudah. Kini, kursi yang dibiarkan kosong hampir dua tahun itu diduduki oleh Ahmad Riza Patria.

Seperti diketahui, Sandiaga mundur dari kursi DKI-2 sebab ingin fokus pada Pilpres 2019. Kala itu, Sandiaga didapuk menjadi cawapres pendamping capres Prabowo Subianto.

Sandiaga secara resmi mundur dan membacakan pidato pengunduran diri di rapat paripurna DPRD DKI pada 27 Agustus 2018. Sandiaga memilih mundur karena ingin fokus maju dalam Pilpres 2019. Sebenarnya, saat itu Sandiaga bisa mengambil cuti tanpa mengundurkan diri. Namun, dia menghindari politisasi jabatan.


Namun, pemilihan wagub DKI untuk mencari pengganti sandiaga tak kunjung digelar. Hingga akhirnya, Pada 5 November 2018, Gerindra dan PKS sepakat akan ada fit and proper test cawagub DKI. Kendati demikian, proses ini berjalan alot. Ada tarik-ulur antara Gerindra dan PKS terkait fit and proper test ini.

Kemudian, pada 22 Januari 2019, PKS dan Gerindra DKI sepakat mengusulkan Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu jadi cawagub DKI pengganti Sandiaga Uno. Keduanya dipilih berdasarkan rekomendasi hasil fit and proper test. Walaupun begitu, proses pemilihan cawagub masih saja berlangsung alot.

Proses pemilihan Wagub DKI masih saja tertunda. Sandiaga Uno bahkan sempat diisukan akan kembali mengisi kembali kursi jabatan itu usai kalah dalam Pilpres 2019.

Namun, Sandi menegaskan kursi cawagub DKI Jakarta tetap untuk PKS. Sandiaga meminta DPRD DKI memproses pemilihan wagub dari nama yang diajukan.

"Ya ini untuk wagub ya, saya sampaikan sekali aja dan saya nggak akan ngulang lagi bahwa Wakil Gubernur DKI sudah ditentukan dan diserahkan kepada Partai Keadilan Sejahtera, end of question. No more discussion. Bahwa PKS sudah mengajukan dua nama, dan dua nama tersebut yang ada di DPRD," ujar Sandiaga di Jalan Pulobangkeng, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019).


Sandiaga berharap DPRD segera merampungkan proses pemilihan wagub lewat paripurna. Sebab, Gubernur DKI Anies Baswedan, sambung Sandiaga, sudah meminta agar proses pemilihan wagub di DPRD segera dilakukan.

Menurutnya, pemilihan wagub tak perlu lagi dipolitisasi. Dia meminta segera dipilih agar Anies mendapatkan pendamping memimpin DKI.

"Pak Anies perlu wakilnya, cepat tunjuk. Prosesnya sudah jalan dan jangan dipolitisasi lagi. Saya rasa enough is enough, sudah cukup. Jangan diolah-olah lagi, jangan digoreng-goreng lagi. Ini sudah merupakan keputusan bahwa PKS yang mendapatkan kursi wagub, segera diputuskan dan saya mungkin ini pernyataan saya pertama dan terakhir mengenai ini," kata Sandiaga.

Selanjutnya
Halaman
1 2