Awas! Penipuan Berkedok Dokter

Awas! Penipuan Berkedok Dokter

- detikNews
Senin, 12 Des 2005 16:04 WIB
Jakarta - Satu lagi modus penipuan merebak di tengah masyarakat. Kalau sebelumnya kita akrab penipuan melalui pesan singkat (SMS), kini penipuan berkedok dokter juga marak. Jadi, hati-hati kalau dihubungi orang yang mengaku dokter dari rumah sakit tertentu.Modus operandi para penipu ini pun tergolong ulung. Mereka menelepon salah satu korban dengan menyebutkan ada keluarga yang dirawat di suatu rumah sakit. Pelaku akhirnya meminta pihak keluarga untuk mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang telah ditentukan.Kejadian ini sempat dialami oleh 3 orang korban yang akhirnya mengadu ke RS Pusat Pertamina (RSPP). Kenapa? Soalnya para penipu itu mengatasnamakan pegawai atau dokter RSPP. Mereka meminta uang untuk melakukan operasi atau tindakan medis terhadap keluarga korban."Selama ini sudah tercatat 3 orang korban yang kena tipu. Mereka sudah terlanjur mentransfer uang ke rekening para penipu, antara lain ada yang terkena Rp 6 juta, Rp 20 juta, dan Rp 30 juta. Nama dokter dan pegawai yang digunakan oleh pelaku itu fiktif dan tidak terdaftar di RSPP. Beberapa kali mereka menggunakan nama dokter Abdullah," kata Humas RS Pusat Pertamina Titi Wahyuni kepada detikcom di ruang kerjanya, Jl Kyai Maja, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2005).Pihak RSPP sangat menyayangkan seringnya terjadi kasus penipuan itu. Semestinya, kata Titi, orang yang ditelepon dengan cara seperti itu mengkonfirmasi ke rumah sakit dan tidak usah panik. "Tapi bisa jadi mereka terkena hipnotis melalui telepon. Atau bisa jadi juga modus pelaku dengan melakukan kerjasama dengan pihak oknum di rumah sakit, sehingga ketika korban mengkonfirmasi ke rumah sakit ternyata nama yang dimaksud ada," imbuhnya.Titi Wahyuni meminta agar para korban penipuan itu melaporkan ke pihak kepolisian agar kasusnya bisa diusut tuntas atau setidaknya mempublikasikan ke media massa."Dari kita sendiri tidak ada kebijakan meminta uang muka kepada pasien atau penanggungjawab pasien melalui transfer. Selalu kami minta dalam bentuk uang tunai. Apabila kami akan melakukan operasi atau rawat inap dan tindakan medis penting lainnya selalu kami mintakan persetujuannya dahulu dengan pihak keluarga pasien," imbuhnya.Dia juga menjelaskan, modus penipuan berkedok dokter atau petugas rumah sakit ini sudah sering terjadi di berbagai rumah sakit tidak hanya di RSPP. Namun sayangnya hingga kita belum ada pelaku yang tertangkap, karena memang tidak ada pelaporan ke aparat kepolisian. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads