Flu Burung Serang Ternak Riau, 2.000 Ayam Akan Dimusnahkan
Senin, 12 Des 2005 15:38 WIB
Pekanbaru -
Penyebaran avian influenza atau flu burung semakin meluas ke luar Jawa. Kini virus itu ditemukan di dua kecamatan di Dumai-Riau. Atas penemuan virus itu, 2.000 ekor ayam kampung akan dimusnahkan secara massal. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Riau, Marzuki Husein menyatakan, penemuan kasus flu burung itu berawal dari kasus kematian mendadak 57 ekor ayam kampung di Kecamatan Bukit Kapur dan Dumai Barat. Kedua kecamatan itu berjarak sekitar 230 kilometer arah utara Pekanbaru. Dinas Peternakan Provinsi Riau kemudian memeriksakan kasus kematian itu ke Balai Penyakit Ternak di Bukit Tinggi, Sumatera barat pada 7 Desember 2005 lalu. Hasil laboratorium itu baru diketahui Dinas Peternakan Minggu (11/12/2005) kemarin."Hasil pemeriksaan di Bukit Tingi, dari 57 ekor ayam kampung yang mati itu, diketahui 14 ekor di antaranya positif terserang flu burung," kata Marzuki.Kini Kecamatan Bukit Kapur dan Dumai Barat menjadi perhatian khusus Dinas Peternakan Provinsi Riau. Dinas Peternakan belum bisa memastikan dari mana asal virus flu burung yang ditemukan di kedua kecamatan tersebut. "Sejauh ini, kedua kampung itu bukanya kawasan peternakan unggas. Di sana hanya masyarakat memelihara seperti biasa dan bukan peternakan. Sehingga bisa jadi virus ini berasal dari daerah itu sendiri,” kata Marzuki. Dengan ditemukannya kasus flu burung ini, lanjut Marzuki, Dinas Peternakan melakukan penyemprotan dengan radius 1 kilometer. Selanjutnya akan dilakukan pemusnahan unggas di kedua kecamatan itu. Diperkirakan lebih dari 2.000 ekor ayam kampung dipelihara masyarakat di kedua kecamatan itu. “Rencananya, besok kita akan melakukan pemusnahaan massal. Ini sebagai upaya untuk pencegahan penyebaran firus flu burung tersebut. Kita juga akan memblokir keluar masuknya unggas di dua kawasan itu,” katanya.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































