Penjelasan RSCM Terkait Antrean Screening Suhu Tubuh yang Mengular

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 12:26 WIB
Antrean pasien di RSCM telah diatasi
Foto: Antrean pasien di RSCM telah diatasi (dok.RSCM)
Jakarta -

Pihak RSCM Salemba, Jakarta Pusat mengklarifikasi terkait antrean panjang untuk screening suhu tubuh. Direktur Utama RSCM dr Lies Dina Liastuti membenarkan hal tersebut. Saat ini pihak RSCM telah mengatasi hal ini dengan menambah meja screening.

"Betul, dan sekarang sudah terurai dengan menambah meja screening," kata Lies saat dihubungi detikcom pada Senin (6/4/2020).

Lies mengakui bahwa hal ini mampu diatasi berkat edukasi serta arahan dari pihak RSCM Salemba kepada pasien. Kini, antrean mengular sudah tidak tampak dan kondisi sudah mulai teratur.

Sebetulnya RSCM telah menyiapkan kursi untuk pasien menunggu screening suhu tubuh. Tetapi, menurut Lies, pasien lebih memilih berdiri mengantre menunggu screening daripada duduk di kursi yang disediakan.

"Alhamdulillah dengan edukasi dan arahan yang terus-menerus serta tambahan meja screening sekarang sudah teratur lagi. Pasien memang tadinya belum tersosialisasi semua dan tidak mau duduk di kursi-kursi di tempat yang disediakan. Maunya berdiri ikut antrean sebelum dipanggil sehingga berdesakan," jelasnya.



Selaras dengan Lies, Kabag Pemasaran RSCM dr Ananto Prasetya Hadi pun menjelaskan bahwa terhitung pada Senin (6/4/2020) ini, RSCM Salemba melakukan upaya optimalisasi proses screening. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona, mengingat RSCM Salemba merupakan salah satu RS rujukan Covid-19, banyak pasien PDP yang berdatangan ke RSCM.

"Sekarang begini, selama dua sampai tiga minggu lebih jumlah pasien yang PDP maksudnya pasien suspect-nya begitu, sehingga kita tambah kuatir jangan-jangan pasien yang dapat ke kita berobat itu yang bukan tersangka Corona itu jangan-jangan juga positif. Karena selama ini, screening yang dilakukan itu belum optimal, screening yang di depan itu belum optimal jadi dibuat seperti itu," jelas Ananto.

Ananto mengatakan bahwa selama ini proses screening memasuki RSCM Salemba belum optimal. Untuk itu, akan ada pemisahan antara pasien yang demam dan yang tidak. Jika pasien terindikasi demam akan diarahkan menuju poliklinik demam. Di sana terdapat dokter yang akan mengecek pasien secara rinci.

"Sekarang dipisahkan gitu-gitu, ada dokternya. Kalau misalnya yang ditembak itu suhunya 40 mau diapain itu? Apakah mau diantar ke RS? Karena kalau dibiarkan pulang akan jadi masalah kalau dia emang benar-benar positif kan. Karena itu RSCM bikin poli demam kan karena nanti dipilah-pilah lagi apakah bisa naik/enggak. Posisinya seperti itu,"lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, pada Senin (6/4/2020) pagi antrean di RSCM Salemba, Jakarta Pusat mengular hingga ke parkiran. Penyebabnya, pasien satu per satu di-screening suhu tubuh sebelum masuk ke dalam gedung.

"Saya sudah mengantre untuk masuk ke dalam sejak pukul 08.00 WIB, sudah sejam belum masuk juga. Ini padat sekali yang mau masuk," kata seorang pasien, Yudha saat dihubungi detikcom, Senin (6/4/2020).

Pemerintah: Isolasi Tak Dimaknai Mengasingkan Diri:

(mei/mei)