Dua Hari Jadi Tontonan, Kondisi Macan Padang Memprihatinkan
Senin, 12 Des 2005 15:09 WIB
Padang - Setelah dua hari dikurung dan jadi tontonan, harimau sumatera (Phantera tigrissumatraensis) berjenis kelamin betina yang dijerat warga Kelurahan Timbalun, Kecamatan Bungus Timur Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (10/11/2005) lalu, kini berada dalam kondisi yang memperihatinkan.Selain mengalami lecet-lecet di bagian kepala, mulut harimau malang tersebut juga luka dan berdarah karena disodok dengan bambu.Ketua RT 02 Timbalun, Syaher (55), ketika ditemui detikcom di Timbalun, Senin (12/12/2005) mengatakan, warga masih akan mengurung harimau tersebut hingga delapan hari ke depan. Alasannya, harimau tersebut harus menebus kerugian warga karena telah memangsa 4 ekor sapi dan 20 ekor kambing milik warga sejak beberapa bulan terakhir."Itu keinginan warga. Untuk mengganti kerugian, warga memungut sumbangan dari pengunjung yang datang untuk melihat harimau tersebut. Meski sudah ada permintaan dari polisi dan BKSDA agar harimau itu dilepaskan, warga tetap bersikeras mengurungnya selama 10 hari karena kerugian yang dialami cukup besar," ujarnya.Seperti diberitakan, harimau Sumatera berusia sekitar 4 tahun tersebut dijerat warga Timbalun dalam sebuah kandang berukuran 2 X 1 meter dengan umpan seekor kambing, Sabtu (10/12/2005) lalu. Saat pertama kali melihat hasil tangkapannya, warga menemukan dua ekor harimau jantan masih berkeliaran di sekitar kandang.Sebelumnya, penyidik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Djoko Suhardjo, ketika menanggapi terbunuhnya 4 harimau sumatera di Kabupaten Padang Pariaman beberapa waktu lalu mengatakan, populasi harimau sumatera saat ini diperkirakan hanya tinggal sekitar 200-300 ekor saja. Maraknya praktek illegal logging, perubahan fungsi lahan, dan sulitnya harimau sumatera melahirkan anak menjadi penyebab semakin menyusutnya populasi hewan langka tersebut.
(nrl/)











































