Round-Up

Sederet Aturan di Jakarta yang Diperpanjang hingga 19 April saat Darurat Corona

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 06:54 WIB
WHO menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Pasalnya virus corona telah menyebar ke ratusan negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.
Ilustrasi, Foto: Pradita Utama

Penutupan Tempat Hiburan Diperpanjang


Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa penutupan kegiatan operasional industri pariwisata di Ibu Kota akibat peningkatan penyebaran virus Corona. Penutupan diperpanjang hingga 19 April 2020.

"Maka dengan ini pelaksanaan penutupan sementara industri pariwisata di Provinsi DKI Jakarta diperpanjang sampai tanggal 19 April 2020," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia dalam surat edaran yang diterima detikcom, Sabtu (28/3/2020).

Sebelumnya Pemprov DKI telah menutup industri pariwisata itu sejak 23 Maret sampai dengan 5 April 2020. Surat edaran itu untuk peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi COVID-19.

Berikut daftar jenis tempat hiburan yang akan ditutup sementara oleh Pemprov DKI Jakarta:

- Klab malam

- Diskotek

- Pub/ Musik hidup

- Karaoke Keluarga

- Karaoke Executive

- Bar/ Rumah minum

- Griya pijat

- Spa

- Bioskop

- Bola gelinding

- Bola sodok

- Mandi uap

- Seluncur

- Arena permainan ketangkasan manual mekanik atau elektronik untuk orang dewasa

- Gelanggang rekreasi olahraga

- Arena permainan ketangkasan manual mekanik dan/atau elektronik untuk anak-anak/keluarga

- Usaha jasa salon kecantikan/jasa perawatan rambut

- penyelenggaraan kegiatan MICE/Ballroom/balai pertemuan.

Wajib Pakai Masker di TransJ-MRT-LRT

Selain memperpanjang masa berlaku sejumlah aturan, ada kebijakan baru yang akan diterapkan di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan Dirut PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), Dirut PT MRT Jakarta, dan Dirut PT LRT Jakarta membuat kebijakan terkait kewajiban para penumpang memakai masker. Kewajiban memakai masker ini untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Perintah tersebut disampaikan Anies melalui surat Gubernur DKI Jakarta tertanggal 4 April 2020 perihal penggunaan masker. Surat tersebut ditujukan untuk Dirut PT TransJakarta, Dirut PT MRT Jakarta, dan Dirut PT LRT Jakarta

"Harap buat kebijakan untuk mewajibkan semua penumpang menggunakan masker. Bila tanpa masker, maka tidak diizinkan untuk naik kendaraan umum," kata Anies dalam surat tersebut, seperti dilihat detikcom, Minggu (5/4/2020).

Anies juga memerintahkan untuk mensosialisasi kewajiban penggunaan masker tersebut secara masif. Aturan kewajiban penggunaan masker tersebut akan diberlakukan mulai 12 April 2020.

"Sosialisasi dilakukan mulai Senin, 6 April 2020, dan penegakan mulai dilaksanakan Minggu, 12 April 2020. Laksanakan dengan baik," tutur Anies.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan surat seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 9 Tahun 2020 tentang penggunaan masker untuk mencegah penularan Corona virus disease. Seruan itu dikeluarkan seiring dengan semakin mewabahnya virus Corona, khususnya di Jakarta.

Dalam seruan yang ditandatangani pada Jumat (3/4) itu, Anies meminta masyarakat senantiasa menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Masker yang digunakan masyarakat yakni masker kain minimal dua lapis, masker kain ini juga dapat dibeli atau dibuat sendiri.

selanjutnya
Halaman

(aan/rfs)