Warnet di Madinah Rp 28 Ribu/Jam, Saat Azan Diskors

Catatan Haji

Warnet di Madinah Rp 28 Ribu/Jam, Saat Azan Diskors

- detikNews
Senin, 12 Des 2005 14:35 WIB
Madinah - Lain negara, lain pula tata cara pengelolaan warung internet (warnet). Warnet di Indonesia dan Madinah, Arab Saudi sungguh berbeda. Tarifnya juga jauh berbeda. Bila tarif di Indonesia per jam Rp 3.000-8.000, maka di Madinah per jamnya 10 Riyal (Rp 28.000). Tidak gampang mencari warnet di kota Madinah. Selain cukup jarang, warnet-warnet ini nyempil di pertokoan-pertokoan atau berada di dalam gedung.Sangat jarang ditemukan papan pengumuman bahwa tempat itu adalah warnet. Namun, orang-orang setempat saat ditanya di mana warnet, dengan 'ramah' akanmenunjukkan. Reporter detikcom Arifin Asydhad sudah mencoba browsing di beberapa warnet di kota Suci kedua bagi umat muslim setelah Makkah ini. Dari segi kualitas, kecepatan koneksi warnet di Madinah lebih bagus dibanding warnet-warnet umumnya di Indonesia. Salah satu warnet yang dikunjungi adalah warnet yang terletak di gedung Majmuah Daudiyah, di pojok jalan Sulthan. Lokasi ini sekitar 1,4 km dari Masjid Nabawi. Dari jalan, warnet ini tidak terlihat. Tidak ada pengumuman bahwa di gedung itu ada warnet. Warnet di tempat ini tampak bersih dan nyaman dan cukup ramai. Bahkan, pengunjung rela antre bila semua komputer terpakai. Disediakan kursi khusus bagi pengunjung untuk menunggu. Sebagian besar pengunjung warnet adalah warga Arab. Mereka tampak ber-Yahoo Messenger-an. Setiap PC dilengkapi dengan headphone. Saat masuk ke warnet, pengelolanya memberitahukan bahwa tarif 1 jam 10 Riyal. Di warnet ini, berlaku aturan, untuk 1 jam pertama, pengunjung harus tetap membayar 10 Riyal, meski penggunaan internet kurang dari 1 jam. Tapi, untuk jam berikutnya, tarif yang berlaku adalah setiap setengah jam 5 Riyal. Jadi, bila dalam tambahan waktu itu, pengunjung selesai menggunakan internet kurang setengah jam, maka hanya membayar tambahan 5 Riyal, tidak 10 Riyal lagi.Sistem penggunaan internet di gedung Majmuah Daudiyah ini dengan kupon. Jadi, bila pengunjung menyewa selama 1 jam, maka akan diberi kupon yang berlaku untuk satu jam. Sedangkan bagi yang menambah setengah jam, juga diberi kupon untuk setengah jam. Di kupon ini tertulis user ID dan password untuk mengaktifkan internet. Azan DiskorsYang menarik, saat azan salat berkumandang, pelayanan internet diskors. Warnet akan ditutup sementara. Bila pengunjung akan melanjutkan penyewaan internet seusai salat, maka itu bisa dilakukan. Sisa waktu akan dihitung. Namun, sebelum pergi untuk salat, pengunjung tetap harus membayar tarif yang telah digunakan sebelumnya. Seusai salat, pengunjung bisa melanjutkan menggunakan internet hingga sisa waktunya habis. Warnet lain adalah warnet yang berada di pinggir Jl. King Fahd. Warnet ini hanya sekitar 800 meter dari Masjid Nabawi dan berada di tengah-tengah pertokoan dan pasar. Dari sisi kebersihan dan kenyamanan, warnet ini kalah jauh dibanding warnet di Majmuah Daudiyah. Tapi, soal kecepatan koneksi, tidak beda, tetap cepat. Warnet ini lebih longgar soal tarif, meski sama-sama 10 Riyal per jam. Di warnet ini, pengunjung bisa langsung menyewa internet untuk setengah jam pertama dengan biaya 5 Riyal. Tidak harus 1 jam. Pengelolaannya pun sama, dengan sistem kupon. Kelebihan di warnet ini, 5 menit sebelum waktu habis, di layar komputer muncul pemberitahun. Jadi, pengunjung bisa siap-siap beranjak atau menambah waktu lagi menjelang waktunya habis. (nrl/)


Berita Terkait