Bagikan Masker ke Warga, Iluni Radiologi Unhas: Bantu Putus Rantai Corona

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 14:17 WIB
Iluni Radiologi Unhas bagikan masker ke warga Makassar, Sulsel.
Iluni Radiologi Unhas bagikan masker ke warga Makassar, Sulsel. (Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar -

Ikatan Alumni Ahli (Iluni) Radiologi Universitas Hasanuddin (Unhas) membagi-bagikan masker kepada warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pembagian masker ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah Makassar.

Guru besar ilmu radiologi Unhas, Prof Muhammad Ilyas, mengatakan masker berbahan kain itu diprioritaskan bagi warga yang bekerja di luar rumah, seperti pengemudi ojek online, tukang becak, atau keluarga pasien di rumah sakit yang tidak memakai masker.

"Daripada menunggu bantuan masker dari pemerintah, kita harus gerak cepat membantu memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19, dengan membagikan masker layak dan bisa dipakai berkali-kali setelah dicuci kepada warga yang terpaksa harus bekerja di luar rumah," ujar Prof Ilyas, Minggu (5/4/2020).

Prof Ilyas menambahkan, dana yang dikumpulkan dari para ahli radiologi se-Makassar ini juga ikut memberdayakan UMKM dan konveksi, untuk memproduksi masker layak pakai, yang selama pandemi COVID-19 kurang mendapatkan pesanan dari konsumennya.

Paket masker yang sudah dikemas higienis ini juga didistribusikan oleh para ahli radiologi ke sejumlah rumah sakit dan tempat praktiknya.

Selain membagikan masker, para dokter spesialis radiologi ini mengkampanyekan beberapa langkah menghindari virus Corona kepada warga Makassar, yaitu dengan rajin mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak aman dengan orang lain, menjaga kondisi tubuh, serta memilih tinggal di rumah agar tidak terpapar virus COVID-19.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu masyarakat agar tidak terinfeksi virus COVID-19. Sebab, hambatan lain yang dialami tenaga medis saat ini adalah kurangnya alat pelindung diri yang layak di rumah sakit. Kita berharap jumlah yang terinfeksi tidak bertambah lagi," pungkas Prof Ilyas.

(mna/zak)