Bupati Tolitoli Perintahkan Cari dan Tangkap Nelayan yang Pakai Pukat

Mohammad Qadri - detikNews
Minggu, 05 Apr 2020 11:59 WIB
Bupati Tolitoli Saleh Bantilan meninjau ikan duyung yang ditemukan mati di Pantai Lalos.
Bupati Tolitoli Saleh Bantilan meninjau ikan duyung yang ditemukan mati di Pantai Lalos. (Mohammaad Qadri/detikcom)
Tolitoli -

Bupati Tolitoli Saleh Bantilan melarang penggunaan pukat dalam menangkap ikan. Saleh menegaskan akan mencari dan menangkap nelayan di Tolitoli yang masih menggunakan pukat.

Perintah mencari dan menangkap itu tak terlepas dari peristiwa ikan duyung (dugong) ditemukan mati di Pantai Lalos, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Minggu (5/4/2020) pagi. Saleh menduga dugong tersebut mati karena penggunaan pukat di laut.

"Mulai hari ini aktivitas nelayan dari Labuan sampai di Sabang tidak ada yang menggunakan pukat. Dugong ini mati karena kena pukat, coba perhatikan badannya, luka-luka," kata Saleh saat dihubungi hari ini.

Saleh mendatangi di lokasi penemuan dugong tersebut. Dia menekankan tidak boleh ada lagi penggunaan pukat di laut wilayah Tolitoli.

"Pokoknya cari, dan tangkap. Kemudian iris-iris itu pukat. Jangan nanti menunggu ada hewan laut lainnya mati lagi baru bergerak. Kalau ada yang berkeras, sampaikan saya Bupati Tolitoli yang perintahkan," tegas Saleh

Saleh mengatakan Tolitoli merupakan daerah yang dapat digunakan sebagai pusat pelestarian dugong. Sebab, populasi dugong di Indonesia sudah mulai langka.

(zak/zak)