Pemudik Asal Jakarta di Cianjur Positif Corona, Pemerintah: Ya Nggak Kaget

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 17:11 WIB
Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto
Jubir penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Keluarga pemudik asal Jakarta di Cianjur terindikasi positif virus Corona berdasarkan rapid test. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengaku tidak kaget dengan kabar itu.

"Ya nggak kaget. Kan dari dulu kita ingatkan pasti akan terjadi kalau kayak begini," kata Yuri saat dihubungi, Sabtu (4/4/2020).

Sebab, Yuri mengatakan, pemerintah sudah memberikan peringatan berkali-kali tentang risiko penyebaran virus Corona tersebut. Menurutnya, pemerintah juga sudah membuat imbauan agar tidak mudik.

"Kita juga sudah teriak-teriak untuk tidak mudik, tidak mudik. Bahkan pemerintah mengatakan pemerintah DKI, nanti dapat bantuan sosial nanti yang tidak mudik," sebutnya.

Namun Yuri mengatakan memang masih banyak masyarakat yang kembali ke kampung halamannya. Menurut Yuri, hal itu karena banyak masyarakat di Jakarta kini tidak lagi memiliki pekerjaan akibat wabah virus Corona.

"Apa orang di Jakarta harus diikat kakinya satu-satu? Apa perlu pusat yang ikat kakinya satu-satu? Kalau kemudian dia nggak punya pekerjaan di sini, nggak bisa makan dan pingin pulang makan di rumahnya, gimana?" kata Yuri.

"Banyak yang sudah pulang, banyak. Kalau sudah tidak ada kerjaan di sini, ya pulang. Dia kos di Jakarta, rumahnya di Cianjur, Sukabumi, belum lagi kita bicara Surabaya. Mereka pulang ke Lamongan karena kerjaan nggak ada, ya pulang," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, keluarga asal Jakarta yang terindikasi positif Corona itu berada di Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Keluarga asal Jakarta yang diduga terpapar virus Corona itu terdiri atas ibu dan dua anaknya.

Juru bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Cianjur Yusman Faisal menjelaskan keluarga tersebut datang ke Cianjur sepekan lalu setelah kepala keluarganya meninggal lantaran mengidap penyakit kronis.

Beberapa hari berada di Cianjur, tepatnya di salah satu kompleks perumahan di Kecamatan Karangtengah, sang ibu mulai menunjukkan gejala batuk.

Setelah dicek, ternyata sang ibu didapati positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test. Dari hasil itu, enam anggota keluarga lainnya, tiga di antaranya merupakan anaknya, juga menjalani rapid test.

"Hasilnya, dari total tujuh orang yang diperiksa, termasuk dari ibunya itu, tiga di antaranya positif berdasarkan hasil rapid test," jelas Yusman Faisal.

Polisi Dilarang Mudik Tahun Ini!:

(ibh/hri)