Kak Seto Imbau Ortu Kontrol Emosi-Tetap Berkarya di Rumah Selama Masa Corona

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 11:07 WIB
Aktivis dan pemerhati persoalan anak Seto Mulyadi alias Kak Seto
Foto: Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. (Ari Saputra-detikcom)
Jakarta -

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi meminta orang tua agar tetap semangat selama masa pandemi virus Corona (COVID-19). Pria yang akrab dipanggil Kak Seto itu menyarankan konsep 'GEMBIRA' kepada para orang tua dan anak-anak selama masa social distancing.

"Para ayah dan bunda yang berada di rumah bagaimana keadaannya saat ini? Tetap semangat, tetap gembira. Marilah kita temukan kekuatan untuk terus bisa bertahan saat ini sementara pemerintah menganjurkan kita untuk terus berada di rumah saja. Kita temukan hal-hal positif yang bisa ditumbuhkan dalam keluarga," kata Kak Seto dalam konferensi pers yang disiarkan langsung lewat channel YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (4/4/2020).

Konsep 'GEMBIRA', kata Kak Seto, merupakan singkatan dari gerak, emosional cerdas, makan sehat, berdoa dan ibadah, istirahat, rukun, dan aktif berkarya.

"Huruf pertama adalah G gerak, jangan mager (malas gerak), jangan karena di rumah kita hanya duduk saja, nonton televisi saja, atau main gadget saja. Bergerak lah, artinya apa, senam pagi, mungkin juga bekerja itu juga bergerak menyapu lantai, membersihkan jendela membersihkan baju dan sebagainya. Jadi dengan bergerak kita juga merasa energinya terisi kembali karena darah mengalir lancar di dalam tubuh," ujarnya.

Selanjutnya, Kak Seto meminta agar selama berada di rumah keluarga dapat mengekspresikan emosi secara sehat. Dia mengimbau orang tua tidak cepat marah kepada anak.

"E adalah emosi cerdas. Emosi boleh, marah boleh tapi marah yang cerdas. Tidak membanting piring, tidak menutup pintu dengan kecepatan satu kilo meter per jam atau mengutip segala koleksi kebun binatang misalnya. Mari cerdas ungkapkan 'sayang bunda marah waktu itu kan kita janji mau belajar sama-sama' misalnya. Ayah juga marah, ungkapkan tapi tanpa merusak persahabatan dengan putra putri tercinta," ucapnya.

WHO: Masker Tidak Selalu Melindungi Anda:

Selanjutnya
Halaman
1 2