Staf KSP Positif Corona di Rapid Test Tapi Negatif di PCR, Ini Kata Kemenkes

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 08:26 WIB
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Staf KSP dinyatakan positif virus corona ketika di tes dengan rapid test, namun hasil PCR menunjukkan hasil negatif. Bagaimana penjelasannya?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan alat rapid test memiliki persepsi yang berbeda. Dia mengatakan alat rapid test hanya mendeteksi adanya virus di dalam tubuh, bukan hanya virus corona. Virus demam berdarah pun menurutnya akan memberi gambaran positif.

"Rapid itu bisa dua persepsi, negatif dan positif, negatif itu bisa negatif palsu. Nah positif ada juga yang positif palsu, yang paling sering positif palsu itu karena terinfeksi virus demam berdarah, virus demam berdarah itu memberikan gambaran positif, makanya kalau positif itu dilanjutkan dengan PCR," kata Yuri ketika dihubungi, Jumat (3/4/2020) malam.

Oleh karena itu, Yuri menjelaskan jika rapid test menunjukkan hasil positif, seseorang itu harus dilanjutkan dengan tes PCR untuk menegaskan adanya virus corona di dalam tubuh. PCR kata Yuri bisa mendeteksi secara tepat.

"Jadi kalau rapidnya positif, PCR nya negatif ya berarti virusnya nggak ada, yang kaya begitu itu kalau virus COVID-19 hampir sama dengan demam berdarah," katanya.

"Jadi ibaratnya gini kalau pengin gampang, ada tanah berlumpur di situ ada jejak kaki, kamu bisa ngomong ini mungkin kaki sapi atau kerbau karena kan pasti bentuknya sama. Kalau PCR kamu melihat bendanya langsung, pasti nggak mungkin kamu nggak bisa bedakan sapi sama kerbau," lanjut Yuri.

Erick Thohir Pede RS BUMN Bisa Tampung 10.000 Pasien Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2