Tangani Corona, Pemkot Semarang Dapat Bantuan dari Perusahaan Kopi Luwak

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 21:06 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta -

Kerja Pemerintah Kota Semarang yang terus melakukan berbagai upaya penanganan COVID-19 di Ibu Kota Jawa Tengah mengundang perhatian banyak pihak. Tak sedikit pihak swasta yang tergerak ikut membantu Pemerintah Kota Semarang dalam melakukan berbagai upaya strategis secara masif.

Salah satunya dalam upaya memberikan bantuan pengamanan sosial kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi situasi penyebaran virus corona, Pemkot Semarang menerima bantuan 5.000 paket sembako terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, kopi dan biskuit senilai Rp 500 juta dari Luwak White Koffie.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyatakan bersyukur konsep pembangunan Bergerak Bersama yang selama ini ia gaungkan juga berjalan dalam penanganan COVID-19.

"Konsep itu menjadi paling penting untuk membuat kota ini mampu bangkit. Sekarang ada problem COVID-19, kalau kemudian pemerintah saja yang mengurusi ya bisa, tapi pasti penanganannya jadi lama," ungkap wali kota yang akrab disapa Hendi dalam keterangan tertulis, Jumat (3/4/2020).

Selain problem medis, saat ini yang tengah dirasakan warga Kota Semarang selama libur dua minggu terakhir adalah menurunnya pendapatan ekonomi dan urusan logistik.

"Kami sudah persiapkan 180.000 paket sembako yang sedang dalam proses. Tapi tentu saja jumlah itu kalau kita hitung tidak akan mampu mencukupi kebutuhan hampir selama 3 bulan ke depan," ujarnya.

Namun dia tetap optimis jika semua pihak baik lembaga negara, BUMN, BUMD, pihak swasta turut bergerak bersama & saling membantu maka Kota Semarang dinilai semakin siap dan dapat bertahan di tengah pandemi virus.

"Insyaallah ini akan membuat kita lebih mantap lagi. Bahwa Semarang dapat menghadapi dan menangani persoalan COVID-19 ini, terutama perihal logistik dan bantuan ekonomi itu warga yang terkena dampak," tuturnya.

Tak hanya itu, demi mempertahankan ekonomi UMKM dan pelaku usaha kecil, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan penundaan pembayaran kewajiban bagi UMKM yang memperoleh modal melalui Kredit Wibawa.

"Selama masih dalam kewenangan pemkot nanti saya akan sampaikan kepada Kepala Dinas Koperasi untuk menunda pembayaran kredit bagi UMKM," tegasnya.

Pihaknya pun mengungkapkan kewajiban tersebut tetap harus dipenuhi, namun hal terpenting saat ini bagaimana agar ekonominya dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu pemilik Luwak WhiteKoffie AgusSusanto mengatakan CSR ini dilakukan untuk membantu kebijakan Pemerintah Kota Semarang terkait physical distancing guna memutus penyebaran Covid-19 dengan menahan pergerakan orang. Upaya dan langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Semarang tersebut, tentu akan memunculkan konsekuensi logis, berupa dampak sosial dan ekonomi, terutama bagi kelompok warga yang rentan terdampak Covid 19.

Kelompok rentan yang dimaksud adalah pekerja informal seperti tukang becak, petugas parkir, ojek online, buruh bangunan serta warga prasejahtera yang merasakan dampak langsung dari kebijakan physical distancing dan penutupan jalan jalan protokol Semarang pada jam-jam tertentu.

''Dengan bantuan sembako ini, diharapkan pekerja di sektor informal dan warga prasejahtera dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Program ini bisa menginspirasi kelompok pengusaha dan kelompok masyarakat lainnya agar dapat memberikan kontribusi secara riil. Meski kondisi ekonomi terus melemah dan pengusaha menghadapi permasalahan akibat dampak virus corona, hal tersebut tidak menjadikan pengusaha tinggal diam, " kata Agus Susanto.

Bantuan juga datang dari Petani Pemalang dan Hasan Mingyuang sebanyak 1 ton beras, dan 5 bilik disinfektan, untuk disalurkan kepada masyarakat.

(ega/ega)