Dephan Berhati-hati Terima Hibah Persenjataan Militer

Dephan Berhati-hati Terima Hibah Persenjataan Militer

- detikNews
Sabtu, 10 Des 2005 21:21 WIB
Jakarta - Hibah alat tempur maupun tawaran dana pinjaman tentu menyenangkan TNI. Namun sikap berhati-hati dan melakukan kaji ulang tentunya akan lebih dikedepankan."Kita harus hati-hati, karena yang ditawarkan sebagai hibah, alat utama sistem persenjataannya (alutsista) belum tentu cocok dengan kebutuhan kita," kata Menhan Juwono Sudarsono.Hal ini disampaikan dia dalam jumpa pers usai menerima kunjungan Senator AS Christoper Kit Bond di Hotel Jakarta Hilton Internasional, Jakarta, Sabtu (10/12/2005)."Kita pertimbangkan kemungkinan beban anggaran perawatan kalau kita terima alutsista tertentu yang sesungguhnya barangkali kita tidak perlu," ujar Juwono."Tiap-tiap tawaran dari pihak luar akan dipertimbangkan, apakah memenuhi prioritas angkatan yang bersangkutan, dan apakah sesuai dengan program anggaran pemeliharaan, atau perawatan di tiap angkatan yang akan menerima hibah tersebut," lanjutnya.Sekjen Dephan, Dirjen Perencana Pertahanan, dan Dirjen Sarana Pertahanan, jelas Juwono, sedang mengkaji ulang setiap bantuan alutsista atau hibah.Mengenai pencabutan embargo, dia menegaskan tidak ada konsesi tertentu yang dinegosiasikan maupun diberikan Indonesia kepada AS."Pencabutan embargo itu dilakukan atas hak dari Presiden AS George W Bush untuk mengabaikan beberapa bahasa yang membatasi military to military antara Indonesia dengan AS. Tapi itu berpulang kepada AS mengenai apa yang menjadi dasar keputusannya," tandas Juwono. (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads