Polly: Saya Bukan Pembunuh Munir

Polly: Saya Bukan Pembunuh Munir

- detikNews
Senin, 12 Des 2005 12:33 WIB
Jakarta - Pollycarpus Budihari Priyanto kaget bukan kepalang saat dituntut penjara seumur hidup. Dia pun menyakini Munir dibunuh bukan karena racun, melainkan rekayasa. Siapa dalangnya?"Saya tidak berbuat jahat. Saya bukan pembunuh Munir. Saya harap pembunuh Munir yang sesungguhnya segera tertangkap," cetus Polly dengan suara bergetar.Kesaksian Polly disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Senin (12/12/2005). Sidang dipimpin Cicut Sutiarso."Saya kaget dengan tuntutan hukuman seumur hidup, karena saya tidak pernah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan. Apa yang saya dapat selama ini di Garuda bukanlah karena rekomendasi, melainkan saya peroleh sendiri. Jadi untuk apa saya menghancurkan karir saya sendiri," ujar Polly.Polly pun menegaskan tidak ada kepentingan bagi dirinya untuk membunuh Munir."Saya tidak punya kepentingan. Tidak pernah terbersit dalam pikiran untuk membunuh. Tidak pernah pula mau apabila disuruh oleh orang lain walaupun imbalannya uang dan jabatan," kata Polly yang mengenakan kemeja warna putih ini.Polly mengaku dirinya harus meniti karirnya mulai dari nol lagi sejak duduk di kursi terdakwa dalam kasus Munir. "Sekarang saya harus mengulang dari nol lagi untuk menjadi pilot gara-gara isu dan opini yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sudah lebih dari 9 bulan saya tidur di tahanan," ujarnya.Lebih lanjut, Poly menyakini kematian Munir bukan karena racun di pesawat, melainkan karena rekayasa. "Itu rekayasa seperti rekayasa yang membuat saya mendekam di penjara," tuturnya.Selain itu, lanjutnya, tidak ada bukti lain yang mengindikasikan Polly memberi racun pada Munir. "Semua saksi tidak ada yang melihat. JPU hanya mendasarkan pada asumsi yang sederhana dan dipaksakan. JPU sama sekali tidak mengatakan siapa yang sebenarnya menaruh racun secara langsung ke minuman Munir. Pernyataan jaksa bahwa saya pindah tempat duduk dan bertukar dengan Munir juga mengada-ada," papar Polly.Polly juga menegaskan tidak memalsukan surat keberangkatan ke Singapura. "Keberangkatan saya ke Singapura telah didukung oleh bukti-bukti yang ada di pengadilan, karena suratnya telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang," tandas Polly. (aan/)


Berita Terkait