Liga Islam Dunia Tidak Biayai Terorisme di RI
Sabtu, 10 Des 2005 10:15 WIB
Jakarta - Aliran dana dari Rabithah Alam Islam alias Liga Islam Dunia dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) ke Indonesia diakui memang ada. Tapi sama sekali tidak untuk membiayai kegiatan terorisme."Dana itu untuk menjaga keseimbangan di antara negara-negara Islam maupun berpenduduk mayoritas Islam. Peruntukannya adalah pengembangan kegiatan ekonomi pendidikan dan sosial masyarakat Islam, bukan terorisme," kata Sekjen Liga Islam Dunia Dr Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki.Pernyataannya ini menjawab pertanyaan wartawan tentang terindikasinya aliran dana dari negara-negara Arab ke jaringan terorisme di Indonesia.Abdullah diterima Wapres Jusuf Kalla di rumah dinas, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Sabtu (10/12/2005). Pertemuan berlangsung singkat sekitar setengah jam sejak pukul 09.00 WIB."Kami sama sekali tidak bermaksud dan tidak mengetahui adanya aliran dana dari negara anggota Arab yang disalahgunakan untuk kegiatan terorisme," ujarnya dalam tanya-jawab berbahasa Arab.Ditegaskan Abdullah, pada prinsipnya Liga Islam Dunia menentang keras terorisme, karena sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang justru mengajarkan perdamaian."Terorisme bukan ajaran Islam. Islam mengajarkan keadilan, kebahagiaan dan kedamaian. Kami betul-betul menentang terorisme," tandasnya.Dalam pertemuan antara Abdullah dengan Kalla, turut hadir Menag Maftuh Basyuni dan mantan Menag Tarmizi Taher yang kini menjadi rektor Universitas Islam Al Az-Zahra Indonesia.
(sss/)











































