Round-Up

Saddil Ramdani: Berbakat, Muda dan Terjerat Kasus Aniaya (Lagi)

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 09:03 WIB
Saddil Ramdani (T) of Indonesia vies for the ball with Muhammad Akhyar Abdul Rashid of Malaysia during their AFC U-19 Championship 2018 qualifying round football match in Paju on November 6, 2017. / AFP PHOTO / KIM DOO-HO
Saddil Ramdani saat membela Timnas (Foto: Kim Doo-hoo/AFP)
Jakarta -

Pesepakbola nasional, Saddil Ramdani, kembali terjerat kasus penganiayaan. Kali ini dia dilaporkan ke Polres Kendari.

Saddil dikenal sebagai pemain muda yang berbakat. Pemain asal Sulawesi Tenggara (Sultra) ini sudah tampil mengenakan seragam timnas senior saat masih berusia 18 tahun.

Sebagai seorang gelandang, Saddil dikenal lewat kemampuan olah bola dan tendangannya yang keras. Dia salah satu harapan bagi masa depan sepakbola Indonesia.

Tidak jarang jala gawang lawan dikoyak oleh sepakan pemain berusia 21 tahun ini. Pergerakannya di area sepertiga pertahanan lawan selalu membuat pendukung timnas optimistis hasil manis bagi skuat Merah-Putih.

Namun, di balik usia muda dan bakat sepakbola, Saddil sudah dua kali tersandung masalah hukum.

Kasus terbaru, Saddil dilaporkan ke Polres Kendari pada Sabtu (28/3). Pelaporan bermula saat terjadi tindakan penganiayaan di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari. Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka di bibir dan kepalanya.

Pemain Bhayangkara FC itu masih berstatus sebagai saksi. Namun begitu, dugaan penganiayaan tersebut kasusnya telah naik ke tingkat penyidikan.

Saddil Ramdani: Berbakat, Muda dan Terjerat Kasus Aniaya (Lagi)Saddil saat memperkuat U-19 (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

"(Saddil selaku terlapor) Sudah diperiksa. (Kasus) Sudah naik ke sidik (penyidikan)," kata Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Muhammad Sofwan, saat dihubungi detikcom, Kamis (2/4/2020).

Saat ini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan ini. AKP Sofwan menjelaskan, pihaknya belum menetapkan tersangka karena pihak korban (pelapor) belum bisa dimintai keterangannya lagi.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2