Kelaparan di Yahokimo, Depsos Nantikan Bantuan Masyarakat
Senin, 12 Des 2005 11:42 WIB
Jakarta - Kelaparan melanda 17 titik di Kabupaten Yahokimo, Papua. Dilaporkan 55 orang meninggal. Tapi, hingga kini uluran tangan masyarakat belum juga ada. Padahal Depsos mengaku siap membantu penyaluran bantuan itu."Hingga saat ini belum ada bantuan dari masyarakat yang masuk ke Depsos. Bantuan yang kemarin dibawa ke Papua, baik bahan makanan maupun uang senilai Rp 127.500.000 untuk biaya pendistribusian ke 17 titik masih dari anggaran tanggap darurat," katab Asral, petugas posko bencana alam Depsos, kepada detikcom, Senin (12/12/2005).Asral menyebutkan, pada Minggu kemarin 11 Desember ada sejumlah pihak yang mengaku siap memberikan bantuan. Namun hingga pagi ini belum ada satu pun yang merealisasikannya. "Kemarin beberapa pihak sudah menelepon ke kami," katanya.Dijelaskannya, bantuan yang kemarin diberikan masih merupakan bantuan tanggap darurat. "Rencananya kami akan memberikan bantuan lagi, dan itu sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Untuk tanggap darurat masih berupa bahan makanan. Selanjutnya akan dikirim petugas untuk memberikan bantuan langsung ke sana," imbuhnya.Saat ini Depsos sudah mengirim mie instan 5.000 kardus, daging dalam kaleng 2.000 kaleng, kecap 2.000 botol, sambal 2.000 botol, minyak goreng 250 botol, dan sarung 500 lembar. Kemudian bantuan yang dibeli di Papua berupa beras 8 ton yang diambil dari stok beras di Papua, dan ubi 3 ton senilai Rp 24 juta.Ada pun pejabat Depsos yang langsung mengawasi pendistribusian bantuan tersebut adalah Pelaksana Tugas Sekjen Depsos Cholis Hasan dan Kasubdit Tanggap Darurat Bencana Alam Andi Hanindito.
(san/)











































