Kehilangan 2 Kaki Akibat Bom, Perempuan Aussie Bahagia
Senin, 12 Des 2005 10:55 WIB
Jakarta - Tak ada yang menyangka perempuan ini akan mampu bertahan hidup. Dia kehilangan banyak darah, begitu pula dengan kedua kakinya akibat ledakan bom di London, Inggris pada 7 Juli lalu.Bahkan jantungnya sempat berhenti dua kali dalam perjalanan ke rumah sakit. Tapi Tuhan Maha Pengasih. Meski kondisinya waktu itu sudah tak ada harapan lagi, namun Gill Hicks mampu sembuh dan meraih impiannya selama ini: menikah.Dengan senyum percaya diri dan rona kebahagiaan, perempuan Australia ini berjalan dengan kaki palsunya menuju altar gereja untuk menikah dengan pujaan hatinya.Hicks telah menetap di London selama 12 tahun. Perempuan berusia 37 tahun itu kehilangan kedua kakinya dalam bom London lalu. Dia bahkan kehilangan 75 persen darahnya. Para dokter pun pesimistis akan kesembuhannya.Namun lima bulan setelah tragedi bom itu, Hicks bisa mewujudkan rencananya untuk menikah dengan seorang ahli sejarah berusia 47 tahun, Joe Kerr. Demikian seperti diberitakan harian Australia, Sydney Morning Herald, Senin (12/12/2005).Menurut Hicks, salah satu pikiran yang membuatnya bertahan hidup dan optimistis adalah tekadnya untuk menikah sesuai rencana yang telah ditetapkan. Perempuan yang bekerja sebagai manajer di British Design Council itu, terlihat cantik dengan mengenakan gaun pengantin warna gading.Sekitar 300 tamu menghadiri prosesi pernikahan Hicks di Gereja Katolik St Etheldreda di London. "Dia berjalan menuju altar dengan tanpa masalah, ini hebat!" seru salah seorang kerabat Hicks dengan penuh haru.
(ita/)











































