Anies Minta DKI Dibantu Alat Tes Swab Corona, Ma'ruf Siap Beri Rekomendasi

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 15:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan sambutan disela-sela penandatanganan kerja sama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (17/2/2020). CP201 melingkupi pekerjaan pembangunan dua stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas dengan panjang terowongan 2,8 km dari HI ke Harmoni yang ditargetkan selesai pada Desember 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Foto: Risyal Hidayat/Antara Foto
Jakarta -

Gubernur DKI Anies Baswedan meminta bantuan alat tes swab Corona dari pemerintah pusat. Anies mengungkap penanganan Corona di Jakarta saat ini terbilang lambat untuk mendeteksi pasien positif Corona.

"Terkait dengan penanganan ini perlu sekali di Jakarta ini adalah dukungan kecepatan melakukan testing, supaya kita bisa mendeteksi lebih awal orang-orang yang terpapar, banyak dari kasus itu terlambat tahunya, terlambat penanganan, akibatnya fatal atau kita terlambat mendeteksi sehingga dia sudah menularkan kepada yang lainnya," kata Anies saat melakukan telekonferensi dengan Wapres Ma'ruf Amin yang ditayangkan di akun YouTube Setwapres, Kamis (2/4/2020).

Merespons hal itu, Ma'ruf mengatakan pihaknya akan merekomendasikan ke Kemenkes. Ma'ruf menyarankan agar Anies bersurat ke Kemenkes.

"Kemudian yang kemampuan testing itu saya akan rekomendasikan supaya alat-alat... kemarin ada informasi saya lupa jumlahnya yang sudah didistribusi ke DKI dari Kemenkes... tapi sudah kirim surat ke Kemenkes?" ujar Ma'ruf.

Anies mengatakan selama ini bantuan yang diterima dari gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 adalah alat rapid test. Dia mengatakan perlunya alat swab yang memiliki tingkat akurasi tinggi.

"Jadi yang selama ini kami terima dari gugus tugas nasional adalah alat rapid test, kita perlu meningkatkan kemampuan tes untuk menggunakan swab yang diambil langsung dari sample, ini yang perlu kita tingkatkan karena tingkat akurasi cukup tinggi, kita sendiri di Jakarta sudah membuat di laboratorium secara cepat untuk ekstraksi sehingga bisa menggunakan dengan cepat," ujarnya.

(eva/tor)