Jepang Batasi Orang Masuk Wilayahnya Mulai 3 April, Termasuk WNI

Yogi Ernes - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 13:11 WIB
virus corona
Foto: Getty Images/iStockphoto/wildpixel
Jakarta -

Pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan terbaru terkait perlintasan orang menuju wilayah Jepang untuk mencegah penyebaran virus Corona di negaranya. Kebijakan tersebut berlaku untuk semua negara, termasuk Indonesia. Untuk itu, KBRI Tokyo selaku perwakilan pemerintah Indonesia di Jepang mengatakan seluruh warga negara Indonesia (WNI) dilarang memasuki Jepang mulai esok hari.

"Seluruh WNI termasuk yang telah memiliki kartu residen dan mengisi kartu re-entry, tidak diizinkan masuk wilayah Jepang sejak 3 April 2020 pukul 00.00, kecuali dalam kondisi khusus," demikian salah satu bunyi pernyataan tertulis yang dimuat akun Twitter resmi @KBRI_Tokyo seperti yang dilihat detikcom, Kamis (2/4/2020).

Lebih lanjut, keterangan kondisi khusus yang dimaksud oleh KBRI Tokyo adalah bagi WNI dengan status penduduk 'Permanent Resident', 'Spouse or Child of a Japanese National', 'Spouse or Child of Permanent Resident', atau 'Long Term Resident' dan telah meninggalkan Jepang serta juga sudah mengisi kartu re-entry hingga 2 April 2020, masih bisa memasuki kembali wilayah Jepang.

"Namun, jika meninggalkan Jepang pada tanggal 3 April 2020 atau setelahnya, maka tidak dapat masuk kembali ke Jepang," sambungnya.

Namun, bagi para WNI yang masuk kembali ke wilayah Jepang dengan kondisi khusus seperti yang dijabarkan di atas, pemerintah Jepang telah menyiapkan protokol kesehatan yang harus diikuti. Salah satu protokol tersebut mengharuskan menjalani tes PCR di bandara ketibaan.

"Melakukan karantina mandiri di tempat yang ditunjuk oleh Kepala Kantor Karantina selama 14 hari ke depan, dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan di otoritas kesehatan, serta tidak menggunakan sarana transportasi umum dari bandara ke tempat karantina tersebut," sambungnya.

Update Corona di Dunia: 932 Ribu Kasus dan 46.809 Meninggal Dunia:

(zlf/zlf)