DPR Aceh: Pertimbangkan Bebaskan Juga Pelanggar Qanun Jinayah karena Corona

Agus Setyadi - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 12:23 WIB
Gedung paripurna DPR Aceh.
Gedung paripurna DPR Aceh. (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh -

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) akan membebaskan ribuan narapidana untuk mencegah penyebaran virus Corona di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan). Anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi meminta pelanggar Qanun Jinayah yang mendekam di penjara juga diperhatikan.

"Pelanggar Qanun Jinayah dengan tindak pidana ringan juga perlu dipertimbangkan untuk mendapat asimilasi atau jenis pembebasan lainnya," kata Asrizal kepada detikcom, Kamis (2/4/2020).

Qanun Jinayah lazim dipakai untuk menyebut Qanun Aceh 6/2014 tentang Hukum Jinayah (Pidana). Jadi, Qanun Jinayah bisa juga disebut Peraturan Daerah tentang Hukum Pidana.

Di Aceh, pelanggar Qanun Jinayah dihukum cambuk dengan jumlah cambukan tergantung pasal yang dilanggar. Selama menjalani pemeriksaan hingga persidangan, para pelanggar mendekam di penjara.

Nanti setelah ada vonis dari hakim, hukuman mereka dikurangi. Satu kali cambukan dihitung 30 hari penjara.

Menurut Asrizal, pelanggar Qanun Jinayah dengan hukuman ringan perlu dipertimbangkan mendapat pembebasan juga. Namun, dengan syarat, harus ada jaminan dari pihak keluarga.

Di Aceh, pelanggar Qanun Jinayat dihukum cambukDi Aceh, pelanggar Qanun Jinayah dihukum cambuk. (Agus Setyadi/detikcom)

"Lepas saja dulu mereka itu. Nanti baru dieksekusi cambuknya atau cambuk saja langsung biar tidak menambah jumlah napi di lapas," jelas politikus PAN ini.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2