Diisolasi karena Positif Corona, Kadinkes Sulsel Update Data COVID-19

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 21:10 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) dr Ichsan Mustari
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) dr Ichsan Mustari (Noval/detikcom)
Makassar -

Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan (Sulsel) dr Ichsan Mustari saat ini masih menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Meski tengah diisolasi, Ichsan masih menyempatkan waktu memberi update data terbaru COVID-19 di Sulsel.

Ichsan menyapa awak media dari ruang isolasi melalui konferensi video di Makassar pada Rabu (4/1/2020) malam. Ichsan menyampaikan data terbaru dari pasien positif Corona, pasien dalam pengawasan (PDP) Corona, dan orang dalam pemantauan (ODP) terkait Corona.

Ichsan memulai pemaparan dengan menyoroti melonjaknya jumlah ODP di Sulsel dari 620 orang pada Selasa (31/3/2020) lalu menjadi 1.072 orang pada hari ini.

"Terkait kenapa sampai ODP ini meningkat, ini apa sih maknanya? Jadi namanya ODP atau orang dalam pemantauan ini yang menandakan (kenaikan) angka-angka ini adalah bagaimana teman-teman tim gerak cepat melakukan pemantauan-pemantauan terhadap orang yang dekat dengan positif, yang kedua orang yang telah datang dari wilayah positif," kata Ichsan dalam keterangannya.

Pemantauan secara terus-menerus terhadap orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Corona dan terhadap orang yang datang dari wilayah terjangkit Corona membuat data ODP di Sulsel per hari ini melonjak menjadi 1.072 orang. Ichsan menegaskan angka yang meningkat ini bukan sesuatu yang harus ditakuti oleh warga.

"Jadi sampai 1.072 ini bukan angka yang menyeramkan, inilah angka yang sebenarnya menandakan bahwa proses teman-teman dalam melakukan pemantauan yang dilakukan dengan baik. Tentu angka ini akan bertambah," paparnya.

Ichsan juga menjelaskan terkait data PDP di Sulsel yang menurutnya sangat dinamis. Dalam hari ini saja, ada 120 spesimen PDP Corona yang diperiksa 2 laboratorium di Makassar, yakni Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar dan Laboratorium Unhas.

"Jadi 120 (yang diperiksa) itu ada 16 yang positif, sehingga yang negatif ini tentu dia akan menghilang dari (data) PDP itu. Dia menghilang tentu dilihat kondisi klinisnya apakah pasien ini masih ada gejala-gejala yang lain, karena kebanyakan memang pasien-pasien PDP ini memang menggambarkan gejala-gejala COVID-19," jelasnya.

"Tapi dengan hasil laboratorium negatif, maka tentu gejala-gejala itu diarahkan ke penyakit lain, karena gejala COVID-19 ini seperti kita ketahui dia juga menggambarkan penyakit-penyakit paru secara umum. Tentu ini menjadi dinamis angka-angkanya dan kalaupun ada peningkatan, tentu ada pengurangan dan ada penambahan lagi sehingga ini PDP angkanya sangat dinamis," lanjutnya.

(nvl/tor)