Penjelasan Menteri Arab Saudi Terkait Ibadah Haji 2020

Mega Wulandari - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 15:23 WIB
infografis rincian biaya haji 2020
Haji 2020. Foto: Luthfi S/detikcom
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi mengimbau umat Muslim di seluruh dunia untuk menunda kesepakatan kontrak apapun terkait ibadah haji 2020. Permintaan tersebut terkait adanya wabah virus corona yang hingga kini belum juga berakhir.

Seruan tersebut dikatakan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Thahir Benten, dalam wawancara dengan televisi pemerintah, Al-Ekhbariya, pada Selasa (31/03/2020) waktu setempat.

"Arab Saudi mendesak umat Islam untuk menunggu rencana menghadiri ziarah tahunan haji sampai ada kejelasan lebih tentang pandemi virus corona yang mematikan," kata Muhammad Saleh Benten, sebagaimana ditulis Reuters.

"Sesungguhnya Kerajaan Arab Saudi sepenuhnya siap untuk melayani jemaah haji dan umrah dalam segala situasi. Siap untuk menjaga kesehatan umat Muslim dan warga negaranya. Tapi kondisi saat ini di mana kita menghadapi pandemi global, kami telah meminta kepada saudara kita yang Muslim di seluruh negara di dunia untuk menunda kesepakatan kontrak apapun hingga jelasnya masalah ini. Kita berdoa semoga Allah Swt menjauhkan bencana ini dan InsyaAllah kita semua selamat dan berada dalam keadaan aman selalu".

Setiap tahunnya, sekitar 2,5 juta jemaah dari seluruh dunia berbondong-bondong mengunjungi situs-situs Islam paling suci di Mekah dan Madinah untuk menjalankan ritual ibadah haji selama seminggu. Haji menjadi sumber pendapatan utama bagi Kerajaan Muslim tersebut.

Selain ibadah haji, sebelumnya pemerintah Arab Saudi di bawah pimpinan Salman bin Abdul-Aziz Al Saud telah menunda sementara pelaksanaan ibadah umrah. Selain itu juga menghentikan penerbangan internasional dan menutup akses masuk dan keluar beberapa kota di antaranya Mekah, Madinah, dan Riyadh untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kementerian Agama RI pun masih terus melakukan komunikasi mengenai pelaksanaan haji dengan pihak Saudi. Sejumlah persiapan terkait pelaksanaan haji pun juga terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan negosiasi terkait transportasi, katering, akomodasi.


Persiapan itu sudah mencapai 97 persen. Namun belum dilakukan pembayaran sesuai dengan permintaan Menteri Haji dan Umroh Arab Saudi, Mohammad Saleh Benten.

"Karena kan ini masih 50:50, karena kan untuk membatalkan kami harus nunggu konfirmasi dari pihak Saudi. Nah terus karena masih 50:50, maka tahapan yang sifatnya persiapan kalau seumpamanya jadi itu harus tetap disiapkan, misalnya lobi, negosiasi transportasi katering sama akomodasi di Saudi itu sudah 97 persen sudah deal. Tapi belum ada pembayaran karena permintaan Menteri Haji dan Umroh itu jangan dibayar dulu," kata Jubir Kemenag Oman Faturahman saat dihubungi detikcom, Rabu (1/4/2020).


Sejauh ini kasus virus corona di Arab Saudi telah tercatat sebanyak 1.563 orang positif COVID-19, 10 di antaranya meninggal dunia, dan 165 orang dinyatakan sembuh.

(lus/erd)