Pemerintah Diminta Fokus Lawan Corona, Jaga Buruh, dan Cegah Mudik

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 15:03 WIB
Ketua Kebijakkan Publik APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Sutrisno Iwantono
Sutrisno Iwantono (Istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menganggarkan Rp 405,1 triliun untuk menangani pandemi virus Corona. Pengamat ekonomi Sutrisno Iwantono menganalisa supaya solusi pemerintah bisa lebih jitu: fokuskan anggaran, jangan rumahkan buruh, dan setop arus mudik dari Jakarta.

"Uangnya kan terbatas apa ga sebaiknya difokuskan untuk menghentikan penyebaran virus corona lebih dulu. Pengeluaran untuk yang lain-lain, seperti perpajakan, KUR, stimulus ekonomi dll. kan bisa belakangan waktu pemulihan ekonomi. Sebab ekonomi dan persoalan sosial lain tidak akan tertolong selama virus Corona tidak dapat dihentikan," kata Sutrisno yang juga peneliti senior pada Institute of Developing Entrepreneurship, Rabu (1/4/2020).

Dia menilai langkah Jokowi untuk mengucurkan stimulus demi mengatasi wabah Corona sudah baik. Hanya saja dalam situasi kebakaran, Ketua Kebijakan Publik APINDO ini menganalogikan, yang terpenting adalah memadamkan apinya dulu, bukan menyelamatkan puing-puingnya.

Ekonomi masyarakat perlu dijaga. Pabrik-pabrik yang menyuplai kebutuhan masyarakat juga perlu tetap beroperasi. Buruh-buruh pabrik harus terhindar dari PHK gegara COVID-19. Situasi akan berbahaya bila para buruh berhenti bekerja, karena tak ada lagi tenaga yang memproduksi kebutuhan masyarakat.

"Karena itu sisi produksi harus di jaga, jangan sampai semua buruh dirumahkan, nanti barang yang dibutuhkan masyarakat tidak tersedia, itu juga berbahaya. Bayangkan kalau dalam kondisi begini kebutuhan bahan pokok tidak tersedia? Karena itu proses produksi pabrik-pabrik harus di jaga," kata Sutrisno.

Penularan Corona juga perlu dicegah supaya tidak menyebar lebih luas. Episentrum Corona ada di Jakarta. Bila penduduk Jakarta mudik, maka penduduk tersebut bisa membawa virus tersebut ke kampung halaman. Arus mudik perlu disetop. Mudiknya penduduk Jakarta bukan tanpa alasan, itu dilakukan karena mereka tidak kuat menanggung biaya hidup Jakarta yang tinggi. Agar penduduk tidak mudik, maka pemerintah bisa memberi subsidi.

"Mereka harus disubsidi agar tetap tinggal dirumah tetapi di supply kebutuhannya. Jangan sampai malah pulang kampung karena tidak bisa hidup di Jakarta. Kalau sampai pulang kampung akan menyebarkan Corona lebih parah sampai ke desa desa," kata Sutrisno.

Berikut adalah wawancara lengkap dengan Sutrisno Iwantono:

Selanjutnya
Halaman
1 2