Yasonna: Paspor Jemaah Haji 80% Selesai, tapi Belum Ada Keputusan dari Saudi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 14:33 WIB
Yasonna Laoly ke Istana (Andhika Prasetia/detikcom).
Menkum HAM Yasonna Laoly (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Yasonna Laoly mengatakan pengurusan paspor untuk jemaah haji tahun 2020 sudah hampir rampung. Namun, Yasonna menyebut ada informasi bahwa pemerintah Arab Saudi meminta untuk menunda persiapan pelaksanaan haji tahun ini.

Anggota Komisi III dari Fraksi PKB Cucun A Syamsurizal dalam rapat melalui teleconference, Rabu (1/4/2020), awalnya menanyakan skenario Yasonna menerapkan physical distancing bagi para Jemaah haji yang akan mengurus paspor di Imigrasi. Cucun meminta physical distancing itu diterapkan di Imigrasi meski hingga saat ini belum ada keputusan soal haji dari pemerintah Arab Saudi.

"Kalau terjadi misal diperbolehkan nanti untuk berangkat ibadah haji tahun ini, apa skenario nanti dari Imigrasi, pembuatan paspor, yang itu merupakan siklus tahunan yang harusnya di bulan-bulan ini kan Pak, sama Ramadhan. Ini yang harus diantisipasi kalau misalnya terjadi. Ya mudah-mudahan apa yang saya khawatirkan ini Bapak sudah punya skenario bagus, bagaimana physical distance, social distance ini sudah tertangani," ujar Cucun.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Yasonna mengatakan proses pengurusan paspor jemaah haji tahun ini sudah 80 persen selesai. Hal itu dilakukan sesuai dengan ketentuan.

"Soal haji, kalau soal paspornya sudah, 80 persen pengurusan paspor sudah selesai sebelumnya. Jadi karena ini sudah terencana dan sesuai dengan ketentuan, jadi pengurusan paspor jemaah haji itu sudah selesai, 80 persen," ucap Yasonna.

Namun, Yasonna menyebut ada berita bahwa pemerintah Arab Saudi meminta untuk menunda persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2020. Arab Saudi disebutnya juga belum memutuskan apakah akan meneruskan pelaksanaan haji tahun ini.

"Namun kami mendapat informasi, bahkan dari pemerintah Arab Saudi, ada berita mengatakan tunda dulu persiapan untuk mau naik haji, karena mereka bisa belum memutuskan apakah akan meneruskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini," kata Yasonna.

"Tentunya itu adalah sepenuhnya otoritas daripada Arab Saudi. Hanya dari beberapa informasi yang kita tahu, tentunya sementara ini belum ada perkembangan," imbuhnya.

Terkait physical distancing di Imigrasi, Yasonna mengatakan akan meminta batuan dari TNI dan Polri. Pemerintah disebutnya sudah membuat persiapan khusus jika nantinya ada kebijakan baru dari Arab Saudi.

"Yang pasti kalau itu terjadi, kami akan menyiapkan, tentu kami akan meminta bantuan dari TNI/Polri, tentu prinsip social distancing akan dilakukan, ini akan kami lakukan. Dan nanti kalau ini dibuat kebijakan baru oleh pemerintah Arab Saudi, tentu kami pemerintah akan membuat persiapan-persiapan secara khusus untuk itu," pungkasnya.

(azr/fjp)