DPRD Surabaya Minta Pemkot Segera Lakukan Karantina Wilayah

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 11:09 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony
Foto: DPRD Surabaya
Jakarta -

Untuk menekan wabah Covid-19 di Surabaya yang sudah menjadi Zona Merah di Jawa Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal melakukan karantina wilayah. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony menilai konsep karantina wilayah di Surabaya harus disegerakan.

"Jangan sampai masyarakat itu kehilangan kepercayaan. Kalau kemudian masyarakat kehilangan kepercayaan ya repot. Bahwa masyarakat harus tetap patuh, percaya bahwa pemerintah kota ini kan memberikan yang terbaik untuk masyarakat," ujar AH Thony dalam keterangan tertulis, Rabu (1/4/2020).

Thony juga mengatakan konsep karantina wilayah itu terjadi kalau ada penyebaran di satu komplek atau kampung dengan jumlah yang tinggi, dan itu harus disegerakan untuk dilakukan. Sebab dengan langkah yang cepat itu akan memudahkan untuk melokalisir penyebaran virus

"Daripada nanti itu kita memberikan toleransi masyarakat untuk mencari kehidupan sendiri, untuk bekerja untuk mencari nafkah, kemudian keluar dari zona itu, kemudian akan tambah semakin banyak, maka akan menjadi proses pelipatgandaan persebaran(Covid-19) itu jadi lebih tinggi," lanjut AH Thony.

AH Thony menjelaskan secara pemetaan ada tiga wilayah yang menjadi fokus penanganan Covid-19. Pertama wilayah yang dinyatakan sehat, ada wilayah yang ada warganya yang ODP, kemudian yang PDP.

"Ini yang perlu menjadi perhatian, perlu didalami mereka punya keluarga berapa, mereka punya interaksi ke mana saja, harus terpetakan dengan cepat. Dengan begitu akhirnya tahu, mana zona yang harus dilokalisir," jelasnya.

Untuk itu, AH Thony menyarankan agar masyarakat patuh terhadap imbauan Pemerintah untuk bertahan di rumah dan mematuhi protokoler kesehatan. Selain itu, ia juga mendorong pemerintah agar mencukupi kebutuhan warga agar tidak keluar rumah, jika nantinya dilakukan karantina wilayah atau lokal di wilayah yang masuk zona merah.

"Jadi lebih baik adalah pemerintah meminta mereka di tempat, kemudian dicukupi dan tidak perlu keluar dan virus corona dibasmi," tutur Thony.

Politisi dari Partai Gerindra itu, juga menyampaikan agar masyarakat tetap tenang. Untuk itu, DPRD Kota Surabaya akan mengundang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta jajarannya, agar mengetahui langkah yang tepat dalam penanganan wabah Covid-19.

"Dewan akan mengundang kepada Wali Kota dan jajarannya, dengan konsep yang kemudian yang lengkap. Artinya skenario satu, skenario dua dan skenario tiga. Skenario satu manakala memang kita bisa mengatasi virus dengan sekarang ini. Kemudian pola dua manakala nanti ada temuan di satu kawasan wilayah ditemukan pandemi yang luar biasa. Sehingga diperlukan melakukan karinta wilayah. Kemudian skenario ketika manakala terjadi wabah yang luar biasa kemudian menjadikan kota harus lockdown. Jadi kita siap dengan tiga skenario itu. Kita minta Pemerintah Kota siap dengan skenario itu," ungkap AH Thony.

Namun, pihaknya berharap jika skenario kedua dan ketiga tidak perlu dilakukan, jika mengacu penanganan berdasarkan data sudah cukup efektif mengatasi dengan pola yang sekarang ini.

Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Rilis Aplikasi 10 Rumah Aman:

(mul/ega)