12 Program Kesejahteraan Gojek Bantu Mitra Driver Saat Pandemi Corona

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 20:12 WIB
Gojek
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Semakin hari dampak dari pandemi Corona sudah meluas sehingga menyebabkan beberapa mata pencaharian juga ikut terganggu, termasuk para driver Gojek. Menanggapi hal ini, Gojek membantu para mitra driver dengan tujuan memastikan keberlangsungan mata pencaharian mereka di tengah penurunan aktivitas masyarakat.

Co-CEO Gojek Kevin Aluwi mengatakan mitra driver kini menghadapi banyak ketidakpastian, sehingga pihaknya berharap berbagai upaya-upaya yang telah dilakukan untuk membantu mereka dapat mengurangi kecemasan di masa yang akan datang.

"Fokus kami saat ini tidak hanya menjalankan program yang sudah ada, tetapi terus menemukan berbagai cara lain untuk dapat semakin meringankan beban mereka. Selain itu, kami berharap pembentukan Yayasan Anak Bangsa Bisa yang telah diprakarsai oleh Andre akan meluncurkan lebih banyak inisiatif lagi untuk membantu mendukung ekosistem kita selama masa-masa yang sangat sulit ini," ujar Kevin dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2020).

Di sisi lain, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo menambahkan seluruh inisiatif yang dirancang sedemikian rupa agar dapat mencakup area-area kritis yang paling berdampak pada para mitra driver di saat masyarakat berjuang melalui krisis saat ini.

"Meskipun kami membutuhkan waktu untuk memastikan seluruh program dapat terimplementasi
secara menyeluruh di tengah keterbatasan persediaan serta dengan ditetapkannya jaga jarak sosial (social distancing) untuk meminimalkan risiko penularan, kami ingin semua mitra driver mengetahui bahwa Gojek hadir di sini untuk mereka semua, sama seperti mereka selalu berada bersama kami selama ini," imbuh Andre.

Pada 24 Maret lalu, Gojek telah menggalang Dana Bantuan Mitra Gojek senilai Rp 100 miliar, yang terkumpul dari donasi jajaran manajemen senior Gojek sebesar 25 persen gaji tahunan mereka serta pengalihan anggaran kenaikan gaji tahunan karyawan. Gojek pun juga memiliki dua belas program atau inisiatif yang beberapa di antaranya akan dikelola dengan menggunakan Dana Bantuan Mitra Gojek.

Selama bertahun-tahun, Gojek telah memberdayakan begitu banyak mitra dengan memberikan mereka peluang untuk memperoleh penghasilan. Kini, ketika kemampuan mereka untuk memperoleh penghasilan itu terkena dampak negatif dari pandemi COVID-19, Gojek pun berupaya membantu mereka.

Dua belas program pun hadir untuk memberikan kesejahteraan kepada para mitra driver yang mencakup tiga area utama. Tiga area utama ini adalah yang paling berdampak bagi keberlangsungan hidup mitra driver Gojek, yaitu penyediaan layanan kesehatan, ringankan beban biaya harian, dan bantuan pendapatan. Adapun 12 program tersebut mencakupi sebagai berikut.

Penyediaan layanan kesehatan
1. Penyediaan perlengkapan kesehatan bagi mitra driver
2. Jaminan Asuransi Kesehatan bagi mitra driver
3. Meningkatkan kesadaran mitra untuk menaati prosedur kesehatan

Ringankan beban biaya harian
1. Program distribusi paket sembako
2. Program sembako melalui kolaborasi dengan Alfamart
3. Program sembako oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa
4. Paket makanan hemat dan sehat bagi mitra driver
5. Bantuan pembayaran pinjaman kendaraan

Bantuan pendapatan
1. Fitur pada produk untuk mendukung peningkatan penghasilan driver
2. Program bantuan pendapatan bagi mitra driver yang terkonfirmasi positif COVID-1 yang sudah berjalan saat ini.
3. Perluasan cakupan bantuan pendapatan didukung oleh Yayasan Anak Bangsa Bisa
4. Partisipasi dalam program bantuan pendapatan pemerintah

Sementara itu, Komisaris Utama Gojek Garibaldi Thohir menyatakan Gojek mendukung para driver online agar mereka bisa terus menafkahi keluarganya di masa sulit ini. Gojek juga telah secara aktif berkoordinasi dengan pemerintah dalam memastikan agar bantuan pemerintah dapat menjangkau kalangan masyarakat yang paling terkena dampak, termasuk jutaan mitra driver online.

"Saya juga mengacungkan jempol atas keputusan manajemen dan karyawan Gojek untuk membantu para mitra dengan berdonasi hingga Rp 100 miliar melalui Yayasan Anak Bangsa Bisa. Hal ini merupakan contoh yang sangat baik dari anak bangsa yang ingin membantu bangsa dan masyarakatnya di saat sulit seperti ini," ucapnya.

"Saya berharap langkah ini dapat diikuti oleh perusahaan-perusahaan Indonesia lainnya, sekaligus juga bisa menggerakkan hati para pebisnis dan pemangku kepentingan lainnya untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dengan Yayasan Anak Bangsa Bisa, agar bisa lebih banyak menolong jutaan pekerja sektor informal lainnya yang terkena dampak pandemi," tambah Garibaldi.

(prf/ega)