Walkot Padang Protes Maskapai Jual Tiket Murah Pemicu Banyak Perantau Mudik

Jeka Kampai - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 18:05 WIB
Wali Kota Padang
Wali Kota (Walkot) Padang Mahyeldi Ansharullah (dok padang.go.id)
Padang -

Wali Kota (Walkot) Padang Mahyeldi Ansharullah melayangkan protes kepada maskapai penerbangan karena menjual tiket pesawat dengan harga murah di tengah pandemi Corona (COVID-19). Sebab, hal tersebut memicu semakin banyaknya perantau yang pulang kampung.

"Kita semua sudah minta perantau tidak pulang. Banyak seruannya, tapi seruan dan imbauan ini tak berjalan maksimal karena di daerah asalnya mereka berpeluang untuk pulang, ditambah lagi (Mahyeldi menyebut nama sebuah maskapai) dengan secara sengaja menurunkan harga tiket pesawat," kata Mahyedi dalam jumpa pers online bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat, Selasa (31/3/2020).

Dia berharap pemerintah mengambil tindakan. Menurutnya, menurunkan harga tiket tidak mencerminkan sikap nasionalisme dari sebuah maskapai di tengah imbauan pemerintah kepada masyarakat agar tidak mudik saat wabah Corona.

"Saya pikir (Mahyeldi menyebut nama sebuah maskapai) ini perlu ditindak. Ini nggak benar. Bagi saya, (Mahyeldi menyebut nama sebuah maskapai) ini nggak nasionalisme. Mereka memanfaatkan situasi saat sedang susah. Mengambil kesempatan dalam kesempitan," katanya lagi.

Mahyeldi menyoroti harga tiket pesawat yang diturunkan maskapai penerbangan untuk rute Jakarta-Padang. Dia mengatakan pemerintah juga harus mengambil sikap terkait situasi tersebut.

"Saya kira ini dengan sengaja, dengan harga Rp 525 ribu, nampak betul mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan. Pemerintah Pusat harus tegas menyikapi ini. Kebijakan itu justru jadi beban bagi daerah, karena banyak yang datang. Gubernur sudah menyurati seluruh perusahaan bus untuk menghentikan operasional, justru (Mahyeldi menyebut nama sebuah maskapai) menjual tiket murah," kata Mahyeldi.

Ia menekankan dua efek yang akan terjadi jika semakin banyak perantau yang pulang. Dia kembali meminta para perantau tidak pulang kampung.

"Kalau mereka sehat, bertemu dengan orang kampung yang tak sehat, maka mereka akan terinfeksi. Yang lebih berbahaya lagi, kalau mereka yang pulang itu yang terinfeksi, maka akan bisa menyebarkan kepada warga di kampung. Itu sebabnya kita tak henti-henti meminta warga di rantau agar tidak pulang," katanya.

(jbr/tor)