Nelayan Aceh Tetap Melaut Meski Corona, Berharap Lockdown Tak Diterapkan

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 17:53 WIB
Pasukan Keamanan Laut RI bersama dengan TNI dan Nelayan RI terus bersiaga usai pengakuan sepihak atau klaim China terhadap batas teritorial di Natuna Utara, Laut China Selatan. Ini potretnya!
Ilustrasi kapal nelayan (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Banda Aceh -

Nelayan Aceh tetap melaut seperti biasa meski virus Corona mewabah. Para nelayan berharap pemerintah tidak menerapkan status lockdown yang dapat menyulitkan mereka mencari ikan.

"Hingga saat ini nelayan kita masih sanggup melaut dan menangkap ikan untuk pasokan makanan untuk masyarakat. Mudah-mudahan nelayan tidak tersentuh virus Corona," kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Miftach menjelaskan hingga hari ini belum ada nelayan yang terpapar virus Corona. Para nelayan di Tanah Rencong sudah dibekali informasi dan tata cara untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Menurutnya, para nelayan masih dapat melaut dan menangkap ikan untuk kebutuhan masyarakat. Miftach berharap nelayan harus tetap melaut dan membawa banyak ikan sehingga pasokan ikan di Serambi Mekah tidak menjadi kendala.

"Apalagi sekarang negara-negara seperti China dan Jepang sudah mulai pulih dan sudah membuka komunikasi kembali terhadap permintaan ikan untuk dikirim ke sana," jelas Miftach.

Miftach mengungkapkan nelayan berharap pemerintah tidak menerapkan lockdown. Jika pun diharuskan, jelasnya, itu menjadi langkah sangat terakhir bila kondisi penyebaran Corona di Indonesia sudah seperti negara lain.

"Insyaallah, Allah bersama kita dan kita bermunajat kepada-Nya agar tidak ada lagi wabah seperti ini, dan berharap kepada semua masyarakat nelayan agar mematuhi semua rambu-rambu yang telah disampaikan oleh Pemerintah Aceh dan ulama," harapnya.

"Nelayan Aceh tidak menginginkan adanya lockdown untuk kondisi sementara ini karena penyebaran pandemi virus Corona atau COVID-19. Lockdown itu kami rasa langkah yang sangat terakhir, apabila kondisi sudah betul-betul seperti di luar negeri," tambah Miftach.

(agse/jbr)