Penyebar Hoax Pasca Rusuh di Penajam Paser Utara Dituntut 18 Bulan Bui

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 16:31 WIB
Sidang kasus hoax pemicu kerusuhan di Penajam Paser Utara (dok. Istimewa)
Sidang kasus hoax pemicu kerusuhan di Penajam Paser Utara. (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Penyebar hoax pasca kerusuhan di Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim), Ahmad Jamaluddin, dituntut 18 bulan penjara. Sidang dilakukan dengan telekonferensi untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Sidang perdana secara online hari ini adalah tuntutan pidana untuk terdakwa penghinaan melalui ITE (UU ITE) dengan terdakwa Ahmad Jamalludin. Terdakwa mengunggah komentar di Facebook, yang mengatakan bahwa 'Festival Nondoi (Festival Masyarakat Adat Paser) adalah syirik, dan bupati telah melegalkan syirik akbar di Penajam Paser Utara'," kata Ketua PN Penajam, Anteng Supriyo kepada detikcom, Selasa (31/3/2020).

"Terhadap perbuatannya, penuntut umum pada Kejari Penajam menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan," tambahnya.

Penyebar Hoax Pemicu Rusuh di Penajam Paser Utara Dituntut 18 Bulan BuiKondisi Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara (Dok. Kodam Mulawarman)

Persidangan online tersebut juga telah mendapat restu dari Pimpinan Mahkamah Agung sebagaimana disebutkan dalam Surat Edaran Dirjen Badan Peradilan Umum No. 379/DJU/PS.00/3/2020 tanggal 27 Maret 2020.

Selanjutnya
Halaman
1 2