Pemerintah: Seluruh RS Darurat Corona di Indonesia Sudah Diaktifkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 16:25 WIB
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) memakai kacamata pelindung untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19 serta akan menjadi rumah isolasi bagi pasien yang rencannya akan digunakan pada hari ini, Sabtu (21/3/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Wisma Atlet Kemayoran disiapkan menjadi RS darurat penanganan COVID-19. (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Pemerintah sudah menyiapkan seluruh rumah sakit darurat penanganan pasien virus Corona (COVID-19) di Indonesia. RS darurat ini sebagai 'back-up' dari RS rujukan yang sudah ditunjuk.

"Seluruh rumah sakit rujukan telah disiapkan, bahkan rumah sakit darurat yang melaksanakan kegiatan rawatan pun telah kita aktifkan," ujar Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di saluran YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Selasa (31/3/2020).

RS darurat penanganan COVID-19 antara lain Wisma Atlet Kemayoran dan RS darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Kedua tempat itu dipakai untuk RS darurat atas arahan Presiden Jokowi.



Kembali ke penanganan kasus virus Corona, pemerintah sudah mendistribusikan 191 ribu alat pelindung diri (APD), 12 juta masker bedah, dan 133 ribu masker N95 ke daerah secara proporsional.

Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.Jubir Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (Foto: dok. BNPB)



"Sampai dengan hari ini, APD yang telah kita distribusikan lebih dari 191.000 ke seluruh rumah sakit di Indonesia yang menangani COVID-19 ini. Kemudian masker bedah sudah lebih dari 12.000.000 kita distribusikan. Kemudian masker N95 sudah lebih dari 133.000 kita distribusikan ke seluruh masyarakat," ujar Yuri.



Alat untuk rapid test virus Corona juga sudah dibagikan ke daerah. Alat ini dipakai untuk melihat diagnosis awal apakah seseorang positif/tidak virus Corona.

"Ratusan ribu rapid diagnostic test juga sudah kita bagikan dan terus kita lakukan pelaksanaan tes screening sehingga seluruhnya bisa kita lakukan dengan maksimal," kata Yuri.

(dkp/hri)