Gotong Royong di Tengah Corona, Ketua MPR Ajak Peduli Ojek Online

Abu Ubaidillah - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 15:24 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: Dokumen 20detik
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa pengemudi ojek online harus mendapat perhatian khusus di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, sebagai bagian dari pengejawantahan gotong royong yang merupakan saripati Pancasila, bangsa Indonesia harus saling bergandengan tangan, bekerja sama, dan saling menopang.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu menjelaskan, selama ini pengemudi ojek online merupakan salah satu tulang punggung perekonomian negara. Selain itu, mereka juga sudah banyak membantu mulai dari mengurangi angka kemacetan hingga mengantar makanan ke rumah.

"Bahkan, di saat wabah corona merajalela dan sebagian besar kita memilih tinggal di rumah, peran ojek online sangat besar membantu untuk mengantar barang ataupun membeli makanan dari luar," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (31/3/2020).

Pernyataan tersebut disampaikan ketika melakukan video conference dengan komunitas ojek online Indonesia di Ruang Kerja Ketua MPR RI. Dalam video conference tersebut turut hadir pula Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun, perwakilan Garda Sumatera Utara Joko Pitoyo, perwakilan Garda Kalimantan Timur Fadel Balher, dan perwakilan Garda Biak Ricy Davis, Papua.

Sebagai langkah awal solidaritas terhadap pengemudi ojek online, MPR RI telah melakukan berbagai kegiatan seperti pembagian masker dan seribu paket alat penunjang kesehatan. Selain itu, MPR juga punya sejumlah rencana lain untuk mengamankan 'priuk nasi' pengemudi ojek online.

Menurutnya, ketika video conference dari berbagai daerah perwakilan ojek online mengeluhkan pendapatan yang turun drastis akibat orang tidak berani keluar rumah dan takut terpapar Covid-19.

"Selain itu, mereka sendiri sebenarnya juga khawatir terpapar virus Covid-19, karena masih keliling di jalanan guna menghidupi keluarga di rumah. Tetapi, kalau mereka tidak mencari penumpang, tentu tidak ada pemasukan untuk keluarga. Dilematis memang," paparnya.

Untuk itu, Ia mengajak semua pihak memperhatikan nasib pengemudi ojek online. Ia juga mengapresiasi berbagai aksi solidaritas untuk membantu para pengemudi ojek online yang digalang berbagai figur publik dan organisasi kemasyarakatan mulai dari memberikan makan siang gratis, paket sembako, kebutuhan penunjang kesehatan, hingga fasilitas lain.

Hal tersebut menurut Bamsoet merupakan bukti bahwa keguyuban bangsa Indonesia belum hilang. Menurutnya, berbagai aksi solidaritas tersebut, selain bisa mengurangi beban ekonomi juga memastikan psikologis para pengemudi ojek online tetap terjaga.

"Dengan saling menguatkan, Insya Allah bangsa Indonesia bisa segera keluar dari musibah ini," lanjutnya.

Sekedar informasi, pada tahun 2016 tercatat ojek online mampu mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebanyak 530.000 jiwa berdasarkan data BPS. Selain itu, kontribusi ekonomi Gojek terhadap perekonomian nasional menembus Rp 9.9 triliun berdasarkan Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada Oktober-Desember 2017.

"Jika ditambah dengan Grab, tentu hasilnya akan lebih luar biasa lagi. Karenanya, di masa sulit seperti saat ini, kita tak boleh meninggalkan, apalagi melupakan mereka," pungkas Bamsoet.

(ega/ega)