Ini Asal-usul Rumah Megah yang Digugat Putri Koruptor Djoko Susilo

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 14:28 WIB
bekas rumah djoko susilo di solo
Foto: Bekas rumah Djoko Susilo di Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Jakarta -

Mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo dihukum 18 tahun penjara karena korupsi alat simulator SIM dan mencuci uang selama menjadi petinggil Polri. Belakangan, anak pertama Djoko Susilo, Poppy Femialya tidak terima rumah dan asetnya dirampas negara. Poppy kemudian menggugat KPK dan Kementerian Keuangan.

Poppy merupakan anak sulung dari pernikahan Djoko Susilo dengan Suratmi. Adik Poppy yaitu Arie Andhika Silamukti dan Meixhin Sheby Adyaning Wara.

Salah satu rumah yang dirampas adalah di Jalan Perintis Kemerdekaan No 70, Sondakan, Laweyan, Solo. Rumah itu dibeli ayah Poppy dari uang hasil korupsi.

Berdasarkan putusan kasasi Djoko Susilo yang dikutip detikcom, Selasa (31/3/2020), terungkap Djoko memberli rumah dan tanah di Jalan Perintis Kemerdekaan 70, Solo pada 14 Desember 2007.

Harganya rumah dan tanah seluas 3 ribu meter persegi kala itu senilai Rp 2,9 miliar.

Tanah itu kemudian diatasnamakan Poppy dengan Sertifikat Hak Milik Nomor 3142/Sondakan. Belakangan terungkap, uang yang untuk membeli rumah itu adalah uang hasil korupsi Djoko Susilo.

Djoko Susilo juga membeli dua bidang tanah di Panembahan, Kraton, Yogyakarta pada 11 Maret 2010. Dalam akta jual beli ditulis harga Rp 500 jutaan, padahal aslinya Rp 2 miliar. Kemudian tanah itu diatasnamakan Poppy.

Setelah putusan berkekuatan hukum tetap, negara merampas aset di atas. Kemenkeu kemudian menghibahkan rumah di Jalan Perintis Kemerdekaan No 70 ke Pemkot Surakarta. Sedangkan aset Djoko Susilo di Yogyakarta yang dibeli dari hasil korupsi itu dihibahkan ke Pemprov Yogyakarta.

Poppy tidak terima dengan perampasan itu dan menggugat ke PTUN Jakarta. Namun, dia kalah di tingkat pertama, banding, kasasi dan PK.

"Tolak PK," demikian bunyi amar putusan singkat MA.Perkara Nomor 25 PK/TUN/2020 itu diadili oleh ketua majelis Syarifuddin. Adapun sebagai anggota Yulius dan Irfan Fachruddin.

Selanjutnya
Halaman
1 2