Pemuda Gila Bunuh Bocah 2 Tahun, Lidah dan Kelaminnya Dimakan

Pemuda Gila Bunuh Bocah 2 Tahun, Lidah dan Kelaminnya Dimakan

- detikNews
Minggu, 11 Des 2005 21:14 WIB
Ambon - Gila. Warga desa Olilit, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) dibuat gempar dengan pembunuhan sadis terhadap bocah 2 tahun. Sang bocah, Ivak Dalam, dibunuh secara sadis. Lidah dan kelamin si bocah dimakan. Pelakunya seorang pemuda tanggung, Alexander Buarlely, 26.Menyikapi pembunuhan gila ini, Kapolres MTB, Kompol Rudi Heru kepada detikcom via telepon selular, Minggu (10/12/2005) membenarkannya. "Gila. Itu pembunuhan paling tersadis yang saya temui di MTB," tandas Heru.Saking tak menahan amarahnya, Rudi meminta agar aparat penegak hukum terutama pihak Kejaksaan dan Pengadilan menjatuhi hukuman paling berat terhadap pelaku. Diceritakan, Sabtu (9/12/2005) sekitar pukul 16.00 Wit, Korban, Ivak dalam bersama reman-temannya bermain di hutan, tak jauh dari desa Olilit. Saat teman-temannya kembali ke rumah, sang bocah dijemput pelaku. Entah setan apa merasuki pelaku, Alexander. Sang bocah tak berdosa itu langsung dihabisinya. Usai menghabisi korban, pelaku kemudian mengantarkan sepatu milik korban kepada orang tua korban sambil mengatakan, pelaku menemukan sepatu korban di hutan. "Waktu mendengar laporan pelaku, kedua orang tua korban langsung melaporkannya kepada kita (Polres-Red). Saya langsung perintahkan anak buah saya untuk melakukan pencarian," ujar Heru.Sayang, pencarian itu tidak menemukan si bocah. Pihak kepolisian pun menahan Alexander (pelaku) dan kemudian menginterogasinya. Dihadapan polisi, Alexander kemudian mengaku perbuatannya. "Dia mengaku yang melakukan pembunuhan. Gilanya, dia juga mengakui jika lidah dan kelamin korban dimakannya," ungkap Heru.Mendengar pengakuan Alexander, amarah warga desa Olilit tak tertahankan. Rumah dan harta milik pelaku dibakar habis. Sementara istri pelaku, diamankan di Mapolres MTB. "Sementara istrinya kami amankan dari amukan masyarakat," kata Heru. (ary/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini