Banjir Landa Kulonprogo
Minggu, 11 Des 2005 15:17 WIB
Yogyakarta - Puluhan rumah rumah dan ratusan hektar sawah di Kecamatan Panjatan dan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu (11/12/2005) dinihari, terendam banjir hingga setinggi satu meter. Banjir yang melanda belasan desa di dua kecamatan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun beberapa areal persawahan siap panen terendam air sehingga dikhawatirkan akan gagal panen. Bencana banjir tersebut terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang turun di wilayah barat Provinsi DIY sejak Sabtu (10/12/2005) pukul 19.00 hingga Minggu (11/12/2005) dinihari. Akibat hujan deras selama semalam itu, air Sungai Serang dan Sungai Nagung tidak mampu menampung luapan air hingga masuk ke perkampungan. Bahkan beberapa tanggul pembatas Sunga nagung sempat jebol akibat tergerus deras air. Di Kecamatan Panjatan sedikitnya terdapat tiga desa yang terendam air yakni Desa Gatakan, Tayuban dan Depok. Di Kecamatan Panjatan desa yang terparah terkena luapan Sungai Serang adalah Desa Tayuban dan Gatakan. Sedang di Kecamatan Temon diantaranya Desa Kaligintung, Jangkaran, Kali Dengen dan Plumbon. Rahadjo (42) warga Desa Tayuban kepada wartawan menuturkan, banjir mulai memasuki perkampungan sekitar pukul 03.30 WIB. Ketika hujan dera mulai turun tanpa henti, pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB aparat pemerintah desa maupun muspika Panjatan sudah memberikan informasi agar warga berjaga-jaga karena hujan turun selama beberapa jam tanpa henti. Warga diminta waspada dan berjaga-jaga di lingkungan sekitar. Pada Minggu dinihari hingga pukul 06.00 WIB air terus masuk ke perkampungan dan menggenangi sawah serta merobohkan beberapa pohon besar. Warga ada yang mengungsi ke rumah kerabat atau tetangga dekat yang aman. "Ini merupakan banjir yang kedua, yang pertama terjadi pada hari Rabu (11/11/2005) dinihari," katanya. Menurut Rahardjo, meski rumahnya sempat tergenang air hingga setinggi setengah meter, dirinya beserta 5 orang anggota keluarganya tidak mengungsi tetapi tetap bertahan di dalam rumah sambil menyelamatkan barang-barang berharga. Beberapa ekor hewan ternak dan unggas piarannya sempat terselamatkan. Berdasarkan pantauan detikcom sampai saat ini penduduk setempat masih melakukan kerja bakti membersihkan rumah masing-masing dan lingkungan sekitarnya. Warga desa ada juga yang memperbaiki tanggul dan saluran air yang jebol.
(nrl/)











































