Fortas-MPM Demo Logo Baru Pertamina
Sabtu, 10 Des 2005 18:09 WIB
Jakarta - Peluncuran logo baru yang bertepatan dengan hari jadi ke-48 Pertamina, diwarnai aksi demo dari Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Migas (Fortas-MPM) yang menolak kebijakan itu.Demo diikuti sekitar 80 anggota Fortas-MPM yang merupakan pensiunan pekerja Pertamina. Dalam aksinya, mereka memakai baju seragam biru yang digunakan ketika masih aktif bekerja dan menyelipkan bekas kartu identitas Pertamina.Demo berlangsung sejak pukul 15.30 WIB hingga menjelang magrib, yang diisi dengan menggelar orasi di depan kantor Pertamina pusat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Sabtu (10/12/2005).Demonstran juga membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan "Pecat segera Widya Purnama pengkhianat sejarah Pertamina", "Pertamina dihujat tingkatkan kinerja, malah ganti logo" dan "Kasus pencurian di Lawe-lawe belum tuntas, malah ganti logo".Demo sempat diwarnai aksi dorong pagar yang langsung dihalau aparat kepolisian. Pasalnya, Fortas-MPM mendesak masuk untuk bertemu dengan direksi. Namun hingga bubaran demo, keinginan tersebut tidak dipenuhi.Ketua Fortas-MPM Teddy Syamsuri menyayangkan Pertamina yang bersikeras melanjutkan penggantian logo di hari jadi ke-48. Alasan penggantian logo dinilai tidak masuk akal, yang sulit dikalkulasikan dari sisi mana pun tentang manfaat dan faedahnya.Teddy menilai, meningkatkan kinerja lebih penting ketimbang sekadar ganti logo yang membuang-buang biaya.Fortas-MPM juga mendesak pemerintah agar segera mengganti Dirut Pertamina Widya Purnama, karena tidak bisa meningkatkan kinerja, dan diduga lebih banyak berpihak untuk kepentingan kelompoknya."Kami mitra juang solidaritas pensiunan karyawan Pertamina minta kepada pemerintah sebagai pemegang saham untuk mengganti direksi Pertamina secepatnya," kata Teddy.Fortas-MPM juga meminta pemerintah untuk menghentikan pemaksaan kehendak direksi Pertamina yang meluncurkan logo baru dengan menggunakan momentum hari jadi.Sementara Widya mengakui, Pertamina akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 20 Desember mendatang. Menurutnya, RUPS akan membahas rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2006.Ketika ditanya apakah RUPS itu termasuk menggagendakan pergantian direksi, Widya membantahnya. "Ah kata siapa," tandasnya.
(ir/)











































