Protes Kenaikan Harga BBM
Ibu-ibu Ikut Mogok Makan
Sabtu, 10 Des 2005 18:44 WIB
Jakarta - Mogok makan yang dilakukan Posko Selamatkan Rakyat Indonesia (Posko SRI) ikut diramaikan ibu-ibu setengah baya. Mereka rela meninggalkan tanggung jawabnya di rumah demi menggugat kebijakan pemerintah menaikan harga BBM.Aksi dilakukan di Kantor PDI, Jalan Diponegoro No.58, Jakarta. Aksi sudah dimulai sejak Rabu (7/12/2005). Saat ini, Sabtu (10/12/2005), jumlah anggota Posko SRI yang mogok makan ada lima orang.Salah seorang aktivis yang ditemui detikcom, Yuli mengatakan, aksi mogok makan merupakan salah satu bentuk perjuangan dari banyak cara yang ada, sembari menggalang kekuatan-kekuatan lain."Jadi jika cara ini tidak berhasil, maka kita akan menggunakan upaya lain. Untuk mogok makan kemungkinan besok jumlahnya akan bertambah," kata Yuli yang tercatat sebagai mahasiswi UI itu.Selain ibu-ibu rumah tangga, aktivis yang menjalankan aksi mogok makan datang dari kalangan pemulung dan mahasiswa. Mereka menyatakan telah mengambil risiko atas aksi yang menimbulkan efek buruk kepada kehidupan mereka.Yuli yang ikut dalam aksi itu mengaku terpaksa meninggalkan kuliah, dan ibu-ibu rumah tangga yang berpartisipasi terpaksa menyerahkan tanggung jawabnya kepada anak-anak mereka yang tertua, dan membawa anak bungsu mereka ke Posko SRI.Mereka menyatakan akan mogok makan sekuat tenaga mereka sampai harga BBM diturunkan. Rencananya, para pelaku aksi mogok makan tersebut akan dicek kesehatannya pada pukul 10.00 WIB, Minggu (11/12/2005).Posko SRI menilai SBY-JK gagal memimpin Indonesia. Sebab di tengah tingginya tingkat pengangguran, pemerintah justru menaikkan harga BBM, sehingga menciptakan pengangguran baru dari aksi PHK yang dilakukan perusahaan di mana-mana.
(umi/)











































