Dunia Internasional Dukung Restorasi Hutan Sumatera

Dunia Internasional Dukung Restorasi Hutan Sumatera

- detikNews
Minggu, 11 Des 2005 00:01 WIB
Pekanbaru - Untuk pertama kalinya di Indonesia, dunia internasional mendukung restorasi ekositem hutan dataran rendah di Sumatera yang diambang kehancuran. Restorasi hutan ini, akan menghubungkan kawasan hutan Jambi dan Sumatera Selatan dengan luas mencapai 101.355 ha. Demikian siaran pers Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi dan Birdlife Indonesia yang diterima detikcom, Sabtu (10/12/2005) di Pekanbaru. Menurut Yusuf Cahyadi Koordinator Inisiatif Sumatera Birdlife Indonesia (ISBI), restorasi ekositem diharapkan bisa menjadi solusi alternatif dalam mengatasi hancurnya hutan sumatera saat ini. "Restorasi ekositem ini harus segera dilakukan karena hutan daratan rendah Sumatera hanya tersisa 650 ribu hektar lagi," kata Yusuf. Restorasi ekosistem itu sendiri, kata Yusuf, juga mengacu pada Permenhut SK.159/Menhut-II/2004, sebagai upaya untuk mengembalikan unsur biotik (flora dan fauna) serta unsur abiotik (tanah, iklim dan topografi) pada kawasan hutan produksi sehingga tercapai keseimbangan hayati. "Sistem ini akan diterapkan pada kawasan di daerah hutan Sungai Meranti-Sungai Kapas di Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan dengan luas lebih kurang 101.355 hektar," ujarnya. Menurut Yusuf, pengelolaan berbasis restorasi ekosistem ini didukung langsung oleh koalisi lembaga lingkungan nasional dan internasional. Mereka yang memberi dukungan itu adalah Birdlife Indonesia, Royal Society for Protection of Bird/RSPB (organisasi konservasi terbesar di Eropa), dan Birdlife Internasional. Organisasi ini, lanjut dia, berkomitmen akan menggabungkan kekuatan untuk menyediakan bantuan teknis, menjamin pendanaan pengelolaan konsesi melalui dana abadi dan mempromosikan kegiatan ini ke mancanegara. Mereka juga mendukung pengelolaan ini kepada sebuah perusahaan pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK). "Inisiatif ini juga telah mendapatkan dukungan langsung dari HRH Prince of Wales atau pangeran Charles, di Inggris sejak tahun lalu. Jika ini berjalan dengan baik akan menjadi pertama di Indonesia," ungkap Yusuf . Lokasi yang akan direstorasi ini sendiri memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan merupakan bagian penting dari ekosistem hutan Sumatera. Berdasarkan hasil rapid assessment yang dilakukan Birdlife Indonesia, Oktober 2005, kawasan tersebut memiliki 235 jenis burung, 36 jenis reptil dan amfibi, serta 37 mamalia. Sedangkan jenis tumbuhan yang mendominasi sebagian besar wilyah restorasi eskosistem yaitu Meranti (Shorea sp), Kempas (Koompasia excelsa), dan Balam (Palaquium sp). Di sana juga masih ada jenis pohon yang dilindungi berupa Bulian atau kayu besi (Eusideroxylon zwageri), Jelutung (Dyera costulatia) dan Surian (Toona sureni) . (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads