Islah Dengan Muhaimin, Gus Ipul Bantah Tinggalkan PKB Cak Anam
Minggu, 11 Des 2005 02:01 WIB
Surabaya - Saifullah Yusuf membantah meninggalkan PKB hasil Muktamar Surabaya. Islah dengan Ketum DPP PKB pimpinan Muhaimin Iskandar justru awal dialog mencari titik temu perdamaian PKB. "Pertemuan itu adalah titik awal untuk dialog tanpa harus meninggalkan prinsip masing-masing melalui titik-titik yang bisa ketemu. PKB punya sejarah untuk bisa menyelesaikan konflik," tegas Saifullah Yusuf di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman Kementrian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan di IAIN Sunan Ampel Surabaya di kampus tersebut, Jl A Yani, Surabaya, Sabtu, (10/11/2005). Selain tujuan tersebut, pertemuan itu dinilai sangat penting untuk mewujudkan kinerja anggota PKB di legislatif untuk bisa bekerja secara maksimal dan mengawal aspirasi kontituen ke depan. Gus Ipul membantah tuduhan pertemuan di ruangan fraksi PKB di DPR tanpa ada pemberitahuan kepada kiai maupun struktur PKB pimpinan Choirul Anam. "Sebelum ketemu Muhaimin, saya sudah bicara dengan Kiai Anwar (KH Anwar Iskadar-Kediri), Kiai Idris (KH Idris Marzuki-Lirboyo), Cak Anam (Choirul) juga. Bahkan saya juga telepon Kiai Chudlori (KH Abdurrahman Chudlori Ketua Dewan Syuro PKB)," aku Menneg Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal .Gus Ipul meminta kepada semua pihak tidak perlu merisaukan pertemuannya dengan Muhaimin akan memacetkan perjuangan memperoleh keadilan. "Tidak perlu khawatir, saya kira semua ingin islah. Kubu Pak Muhaimin, kita dan para kiai juga ingin islah," tegasnya. Karena semua menginginkan islah, Gus Ipul berpandangan untuk melakukan dialog untuk mencari titik temu. "Hanya persoalannya titik anjaknya berbeda-beda," katanya. Namun ia menyatakan memang tidak mudah mencari titik temu, harus melalukan proses dialog untuk menuju kompromi yang komprehensif. Apakah akan menemui tokoh-tokoh lainnya untuk menyatukan PKB kembali? "Ini alamiah saja, tidak perlu ada rekayasa macam-macam. Jangan dipaksa ketemu kalau memang belum waktunya," jelas Gus Ipul. Sebelumnya, Cak Anam menegaskan sikap Gus Ipul yang menemui Muhaimin bukan sikap partai. Sebab, kehadiran keponakan Gus Dur dalam pertemuan itu sebagai menteri yang mendukung pemerintah SBY.
(ton/)











































