2 TKW Mengadu ke Daker Madinah

Info Haji

2 TKW Mengadu ke Daker Madinah

- detikNews
Minggu, 11 Des 2005 08:15 WIB
Madinah - Namanya juga berada di negeri orang. Begitu ada warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami kesulitan, Daerah Kerja (Daker) Haji Madinah ya terpaksa harus membantunya. Padahal, Daker hanya ditugasi mengurusi masalah haji.Sabtu (10/12/2005), Daker Madinah kedatangan dua perempuan berkerudung. Perempuan satu berumur sekitar 40 tahun memakai pakaian warna hitam dengan menenteng dua tas. Dia mengaku bernama Marlina. Namun, setelah didesak, perempuan itu mengaku bernama Warsilah binti Warso, asal Lampung Selatan.Seorang wanita lagi mengenakan pakaian warna hijau, juga menenteng tas. Wajah perempuan sekitar 38 tahunan ini tampak memelas. Dia yang datang pagi-pagi tampak kedinginan, apalagi saat ini mulai memasuki musim dingin. Sementara dia tidak mengenakan jaket.Wartawan detikcom, Arifin Asydhad, dari Madinah melaporkan, perempuan ini mengaku bernama Laila binti Sa'di. Dia datang ke Daker Madinah yang berada di Jl. Airport (Mathar), Madinah, untuk meminta bantuan agar segera mendapatkan pekerjaan lagi. "Saya diusir majikan saya Pak," kata Laila.Laila belum lama tinggal di Madinah. Dia mengaku baru berada di Madinah 1,5 bulan dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di majikan bernama Saad Su'ud. Saat ditanya mengapa dipecat, perempuan asal Cianjur menjawab tidak tegas, "Mungkin majikan saya sudah tidak mau dengan saya."Laila cenderung pendiam. Dia tidak banyak cerita tentang kejadian yang dialaminya. Tapi, dia sepertinya mengalami kesedian yang sangat. Meski begitu, Laila tetap ingin berada di Madinah dan tidak ingin segera pulang ke Indonesia. "Saya pinginnya kerja di sini lagi, majikan baru," ungkap Laila.Ini berbeda dengan Warsilah. Saat ditemui detikcom, Warsilah mengaku meminta dibantu untuk segera pulang ke Lampung, daerah asalnya. Sebab, dia sudah tidak betah bekerja di Arab Saudi. Dia sudah berada di Madinah selama 3 tahun dua bulan.Ceritanya unik. Sewaktu pertama kali ke Arab Saudi, oleh PJTKI (Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia), dia dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di seorangmajikan. Dia lupa namanya. Namun, selama 7 bulan bekerja di majikan itu, Warsilah mengaku tidak pernah digaji. "Saya bekerja tujuh bulan, tidak pernah digaji. Malah, majikan saya suka memukuli saya. Kalau makan, saya juga dikasih nasi basi," aku Warsilah.Entah, apakah pengakuan Warsilah benar atau dia hanya membuat-buat cerita. Yang jelas, setelah hidupnya merana saat bekerja di majikannya itu, akhirnya dia memilih kabur. Dia kemudian bekerja di majikan baru dengan perantara calo. Sementara paspor miliknya ditahan oleh majikan lama."Kalau yang majikan saya terakhir ini baik Pak, tidak ada masalah. Saya digaji terus," kata Warsilah. Namun, karena kontrak kerja 2,5 tahun sudah selesai, akhirnya majikan barunya ini tidak memakai lagi tenaga Warsilah.Setelah kontrak dengan majikan baru selesai, Warsilah bertekad pulang ke tanah air. Tapi, dia kebingungan untuk pulang ke Indonesia. Sebab, dia tidak memiliki dokumen sah, seperti paspor. "Saya mohon bisa dibantu," kata perempuan yang memiliki 5 anak ini.Warsilah pergi ke Arab Saudi 3 tahun lalu dengan modal nekat, meski suaminya melarangnya. "Suami saya dulu sempat melarang saya, tapi saya tetap berangkat," kata dia. Suami Warsilah saat ini masih berada di Lampung dan memiliki bisnis kecil-kecilan.Terhadap aduan dua TKI ini, Wakadaker Bidang Hubungan Instansi dan Protokol Madinah Mashuri Ilam berjanji akan segera membantunya. Namun, dia menyadari bantuan Daker tidak maksimal. "Yang bisa bantu nanti Konsulat Jenderal (Konjen) di Jeddah. Tapi, kita akan bantu," kata dia.Selama ini, kata dia, bila ada TKI yang mengadu kepada Daker Madinah, pihaknya selalu membantu. "Tapi, ketentuan di sini, harus ada keterangan polisi. Kita harus tunduk. Setelah itu, nanti polisi yang memanggil majikannya untuk diproses," kata dia.Beberapa TKI yang sempat mengadu ke Daker tuntas urusannya. Ada TKI yang tetap ingin kembali ke majikannya, tapi ada juga TKI yang meminta pulang ke tanah air. Dia juga membantah kabar tentang banyaknya TKI yang disiksa majikannya setelah sebelumnya sempat kabur. "Isu itu," terang dia. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads