Presiden Minta Pejabat Batasi Kunjungan ke Luar Negeri

Presiden Minta Pejabat Batasi Kunjungan ke Luar Negeri

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 22:35 WIB
Jakarta - Memasuki tahun ke dua pemerintahannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mewanti-wanti para menteri dan jajaran pemerintahan untuk bekerja lebih keras. Mereka harus membatasi kunjungan ke luar negeri dan memperbanyak turun ke daerah. Untuk keperluan itu, SBY akan mengeluarkan kerangka acuan bagi para menteri dan pejabat pemerintahan tentang mekanisme kerja yang lebih efektif. Dan masih banyak persoalan bangsa yang harus diatasi tahun depan. "Ini disusun berdasar pengalaman yang kita dapatkan setahun terakhir," kata Seskab Sudi Silalahi dalam jumpa pers usai sidang kabinet petang ini di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (09/12/2005). Menurut Sudi, Presiden meningkatkan para anggota kabinet agar menepati sasaran dan target pembangunan dari masing-masing departemen sesuai rencana waktu yang telah ditetapkan. Kemudian melaporkan setiap perkembangan departemen masing-masing. "Para menteri juga diminta perbanyak komunikasi dengan kepala-kepala daerah. Apakah gubernur, bupati atau walikota tentang bagaimana tindak lanjut program dan hambatan yang ditemui. Segera atasi kesulitan yang ada. Masalah anggaran segera koordinasikan dengan Menkeu," paparnya. Sidang kabinet lengkap kali ini, merupakan yang pertama, yang menyertakan para mentri baru Kabinet Indoneisa Bersatu hasil reshuffle terbatas yang dilantik 7 Desember lalu. Uniknya, ini adalah sidang kabinet memegang rekor tercepat dalam sejarah Pemerintahan SBY-JK. Hanya berlangsung 1,5 jam. Biasanya minimal tiga jam. Rekor tertinggi adalah rapat maraton yang berlangsung sampai delapan jam. (ahm/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads