Bantu Tangani Pandemi COVID-19, PGN Anggarkan Dana Rp 1,3 M

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 16:35 WIB
PGN
Foto: Dok PGN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding gas dan bagian dari BUMN menganggarkan dana sebesar Rp 1.3 Miliar untuk membantu penanganan COVID-19. Direktur SDM dan Umum PGN, Desima Siahaan, mengatakan dari dana tersebut akan dioptimalkan dan diserahkan secara bertahap di beberapa lokasi.

Adapun lokasi-lokasi tersebut yakni di 10 SPBG dan 2 MRU sebanyak 1.200 botol hand sanitizer berisi 60 ml per botol, 6.000 masker, 65 box sarung tangan, dan 60 liter cairan disinfektan. Kemudian, PGN juga menyerahkan bantuan untuk pelanggan jaringan gas (jargas) di 21 kota sebanyak 1.000 botol hand sanitizer, 3.250 masker dan 25 box sarung tangan. Bantuan diserahkan melalui tim CSR secara bertahap mulai Jumat (27/03/2020) kemarin.

"Dengan semakin masifnya persebaran COVID-19, melalui PGN-Bersama Lawan COVID-19, kami tergerak untuk segera mengerahkan bantuan kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang memiliki keterbatasan untuk mendapatkan alat perlindungan diri (APD). Kami memahami, saat ini masker dan hand sanitizer sangat dibutuhkan, tapi sulit untuk didapatkan," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (30/3/2020).

PGN juga menyalurkan bantuan pada Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Jelambar, Jakarta Barat sebanyak 250 masker dan 300 pasang box sarung tangan medis. Di Panti tersebut, terdapat sekitar 100 lansia yang bagi PGN menjadi perhatian karena mereka memiliki keterbatasan untuk mendapatkan APD untuk menangkal COVID-19.

Kepala Satuan Pelaksana Pelayanan Sosial Tresna Wreda, Melda Yunita Sagala, mengaku sangat senang karena mendapatkan bantuan masker yang saat ini sulit didapatkan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada PGN atas pemberian bantuan. Ia berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi petugas dan lansia yang ada di panti.

Sementara itu, penyerahan bantuan masker, hand sanitizer dan sarung tangan juga diserahkan kepada para supir bajaj di MRU Grogol. Cairan disinfektan juga disemprotkan pada bajaj-bajaj yang tengah antri mengisi bahan bakar gas di MRU Grogol. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di 10 SPBG dan 2 MRU milik PGN, secara bertahap.

Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, DKI Jakarta merupakan wilayah dengan jumlah pasien terpapar COVID-19 paling banyak. Oleh karena itu, gerakan penanganan COVID-19 cukup agresif dan sudah banyak imbauan untuk work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Akan tetapi, tidak semua warga Jakarta dapat melakukan WFH seperti yang tengah digalakkan.

"Para supir bajaj, termasuk pekerja yang mengandalkan upah harian dan harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Namun, mereka masih bekerja tanpa perlindungan diri yang layak. Padahal dalam situasi saat ini, mereka mungkin bisa mudah terpapar. Semoga perhatian dari PGN ini, dapat membantu memberi perlindungan diri mereka dan membantu mereka tetap bisa berpenghasilan di tengah situasi sulit seperti sekarang," ujar Desima.

Sebagai bentuk kontribusi untuk membantu masyarakat mencegah penularan COVID-19, PGN juga menyerahkan bantuan sarana cuci tangan untuk warga di 5 Kantor Kelurahan dan 1 Kantor Kecamatan di Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam setiap unit sarana cuci tangan tersebut terdiri dari tandon air bersih dengan kapasitas 330 liter, rangka besi, pipa dan keran air, sabun cuci tangan, wastafel stainless steel, dan tisu.

"Dengan penambahan sarana cuci tangan, diharapkan dapat memudahkan masyarakat Penjaringan untuk rajin mencuci tangan dengan tepat yaitu menggunakan air yang mengalir dan sabun. Bagaimanapun, tangan dapat menjadi media penularan virus dan bakteri. Maka dari itu, cuci tangan pakai sabun dapat menjadi upaya preventif untuk melindungi diri dari virus," katanya.

PGN pun telah menyerahkan 90 set perlengkapan APD jenis reusable coverall bagi Tenaga Medis di Rumah Sakit Dharmais, RS Suyoto, dan RS PGI Cikini. Kemudian, telah diserahkan pula bantuan APD ke RS Bethesda, Yogyakarta. Setiap 1 set perlengkapan APD terdiri dari helm dengan pelindung wajah, kacamata pelindung medis, baju APD coverall, sepatu boot, masker dan sarung tangan medis.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih pada tenaga medis yang berada di garis depan dalam menangani pasien COVID-19. Lonjakan pasien membuat mereka harus bekerja ekstra dan hampir tiada henti. Semoga bantuan dari kami, dapat menambah perlengkapan APD yang memadai sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan terhindar dari risiko tertular COVID-19," pungkasnya.

Anggota DPR Siap Dipotong Gajinya untuk Atasi Corona:

(ega/ega)