Boediono: Pemerintah Akan Serius Tanggapi Keluhan Investor
Jumat, 09 Des 2005 21:46 WIB
Jakarta - Belum sepekan ditunjuk, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Boediono, mulai bekerja. Boediono menjajikan, pemerintah akan lebih akomodatif dan serius mengambil langkah nyata menanggapi keluhan para investor terkait dengan hambatan investasi di Indonesia. "Saya kira kali ini ada kemajuan yang lebih dari yang lampau," ujarnya usai Predential Roundtable Discussion with Foreign Investor yang dipimpin langsung oleh Presiden Susilo B. Yudhoyono sore ini di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (09/12/2005). Dalam kesempatan tersebut terungkap bahwa masalah ketidakpastian hukum dalam perburuhan, perpajakan, SDM dan KKN merupakan hambatan utama bagi para investor asing.Budiono mengakui, semua itu merupakan masalah lama yang telah seringkali diungkapkan oleh para pelaku usaha. Termasuk oleh investor dalam negeri dalam beberapa kali pertemuan dengan Kepala Negara.Pemerintah bukanya tidak peduli dengan itu semua. Menurutnya dalam satu tahun terakhir, telah dirintis berbagai usaha membentuk iklim investasi lebih kondusif. Salah satunya adalah mempercepat RUU Investasi dan RUU Perburuhan."Ada kemajuan satu atau dua. Contohnya hubungan bilateral Indonesia-Jepang. Dalam satu tahun ini masalah-masalah yang mengganggu investasi diselesaikan. Jadi tinggal lihat ke depan implementasinya," jelasnya. Di tempat yang sama, Chairman International Business Chamber Peter G. Fanning menyatakan, hambatan yang dikeluhkan investor asing di Indonesia juga terjadi di negara lain. Bahkan Cina yang peraturan investasi dan perburuhanya lebih lunak."Akan tetapi, dibandingkan dengan negara lain seperti China, Indonesia punya daya saing yang lebih besar. Diantaranya dari sisi sumber daya manusia yang lebih berpengalaman," urai Peter.Sementara itu, Ketua Umum Kadin MS Hidayat menambahkan, diskusi antara Presiden dengan para investor asing dilakukan secara berkala setiap empat bulan. Sebagaimana yang dilakukan dengan pengusaha dalam negeri."Dengan demikian Presiden mendapatkan masukan langsung dan diharapkan bisa terjadiperbaikan kinerja," paparnya.
(ahm/)











































