Jamaah Haji Balikpapan Jadi Korban Kenakalan 3 Sopir Bus

Jamaah Haji Balikpapan Jadi Korban Kenakalan 3 Sopir Bus

- detikNews
Jumat, 09 Des 2005 21:09 WIB
Madinah - Kejadian naas menimpa rombongan jamaah haji asal Balikpapan kloter 2. Tiga dari 16 bus yang membawa mereka dari Bandara Jeddah menuju Madinah tidak mampir ke Restoran Wadi Qodid, sehingga para jamaah 3 bus itu harus menahan lapar hingga Terminal Hijrah, Madinah. Ini terjadi karena kenakalan sopir 3 bus itu.Perjalanan darat Jeddah-Madinah biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 6-7 jam. Di tengah perjalanan panjang ini, pemerintah Indonesia telah menyewa restoran Wadi Qodid sebagai tempat istirahat dan makan jamaah haji asal Indonesia. Setiap bus yang membawa jamaah haji asal Indonesia harus belok dan istirahat di restoran ini. Bagi jamaah yang makan di restoran ini tidak perlu membayar lagi alias gratis.Tapi, ternyata bus nomor 2, 4, dan 6 rombongan ini malah tidak mampir ke restoran ini. Kepala Rombongan (Karom) Ismail Mahlan mengaku sudah mengingatkan agar sopir berkebangsaan Mesir ini belok ke restoran Wadi Qodid. Namun, sopir tidak mau. "Dia bilang, La, la (tidak, tidak)," kata Ismail.Dan malah sopir 3 bus ini kemudian berbelok dan berhenti di rumah makan milik orang Mesir. Sebagian jamaah akhirnya turun dari bus dan makan. Namun, sebagian di antara mereka tetap berada di dalam bus, tidak mau turun dan makan. Sebab, restoran milik orang Mesir ini bukan yang ditetapkan pemerintah.Dan akibat kenakalan sopir bus ini, sejumlah jamaah akhirnya membayar makanan cukup mahal dan bervariasi. Ada jamaah yang dikutip hingga 40 Riyal. Padahal, seharusnya harga makanan sekitar 10 Riyal. Beruntung bagi jamaah haji yang tetap berada di dalam bus, karena tidak mengeluarkan uang untuk membeli makanan, tapi mereka harus menahan lapar hingga Terminal Hijrah.Tiga Bus ini akhirnya tiba di Terminal Hijrah, Madinah sekitar pukul 23.15, Kamis (8/12/2005) lebih dulu dibanding 13 bus lainnya. Bahkan, 3 bus ini tiba lebih awal dibanding bus-bus rombongan kloter 1 Balikpapan yang lebih dulu diberangkatkan dari Bandara Jeddah.Setibanya di terminal Hijrah, petugas haji Indonesia menanyakan dan langsung memprotes tiga sopir bus yang nakal itu. Wakadaker bidang hubungan instansi dan protokol Madinah, Mashuri Ilham juga memprotes keras 3 sopir bus itu. Gara-gara ulah sopir itu, ratusan jamaah tidak makan selama perjalanan Jeddah-Madinah. Sempat terjadi ketegangan dengan 3 sopir bus itu.Ismail Mahlan tidak mau berlama-lama konflik dengan tiga sopir itu dan memaafkan mereka dan meminta agar kejadian ini tidak terulang lagi. Namun, panitia haji Indonesia tetap akan meneruskan masalah ini kepada pimpinan perusahaan bus "Andalus' itu.Sementara itu, Kepala Daker Madinah, Ahmad Kartono, di sela-sela peninjauan ke Terminal Hijrah pada Kamis (8/12/2005) malam menyesalkan kejadian ini. Kasus ini baru pertama kali terjadi. "Pada musim haji tahun lalu, hal ini tidak pernah terjadi," kata dia.Kartono meminta, petugas haji di Jeddah benar-benar berpesan kepada sopir bus yang membawa jamaah haji Indonesia untuk berhenti di restoran Wadi Qodid, agar kejadian seperti ini tidak terulang/ Dia juga berharap restoran Wadi Qodid memberi tanda-tanda yang jelas di jalan agar bus-bus yang mmebawa jamaah asal Indonesia bisa dengan mudah singgah di restoran ini."Kalau tidak begitu, restoran sendiri yang akan rugi. Sebab, jatah makanan untuk jamaah yang tidak masuk ke restoran tidak akan kita bayar," demikian Kartono. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini