Bupati: Sulit Hubungan dengan Pusat Penyebab Musibah Yahokimo
Jumat, 09 Des 2005 20:35 WIB
Jakarta - Kesulitan komunikasi. Itulah alasan yang dikemukakan Bupati Yahokimo, Ones Pahebo pada Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah atas terjadinya bencana kelaparan yang menewaskan puluhan warganya."Saya tanya kenapa Saudara baru beritahu sekarang. Jawabnya, komunikasi di sinipayah Pak," kata Bachtiar sebelum mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (09/12/2005).Atas alasan itu, dijelaskannya pada Ones bahwa di setiap ibukota propinsi ada gudang Departemen Sosial. Setiap gudang menyimpan cadangan beras paling sedikit 50 ton. Atas nama Mensos, Gubernur bersangkutan bisa langsung mengeluarkan beras tersebut."Jadi nggak perlu minta ijin ke sini (Depsos pusat)," tambah Chamsyah.Dalam pembicaraan telepon sore ini, Ones melaporkan data terkini di Yahokimo. Jumlah korban meninggal dunia , sekitar 50-an orang. Jumlah total warga yang kekurangan pangan mencapai 15 ribu orang. Sebanyak 117 orang diantaranya tergolek sakit akibat kelaparan.Sebagai langkah tanggap darurat, hari ini Depsos sudah mengirimkan 30 ton beras. Delapan dikirim dari Jakarta, dan 22 ton sisanya dari gudang di Jayapura. Bersama dengan itu, juga dikirim 5 ribu lembar sarung, 5 ribu kardus mie instant, minyak goreng 250 botol, kecap dan sambal masing-masing 2 ribu botol.Mengantisipasi perbedaan selera makan yang berbeda, bantuan pangan akan juga diberikan dalam bentuk umbi-umbian senilai Rp 24 juta. Makanan pokok warga pedalamann itu akan dibeli dari Wamena."Semua akan didrop dengan helikopter ke 17 titik. Kami prediksi itu semua (bantuanpangan) cukup sampai tiga bulan ke depan," urainya.
(ahm/)











































