Round-Up

Muncul Simulasi Tutup Akses DKI di Tengah Desakan Karantina Wilayah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 07:11 WIB
Ilustrasi istilah-istilah terkait virus Corona, apakah semua paham? (Danu Damarjati/detikcom)
Ilustrasi istilah-istilah terkait virus Corona, apakah semua paham? (Foto: ilustrasi oleh Danu Damarjati/detikcom)
Jakarta -

Memutus rantai penyebaran virus corona terbaru menjadi prioritas utama pemerintah. Mulai dari imbauan untuk menjaga jarak fisik hingga berdiam diri di rumah terus digemakan tetapi kini muncul pula desakan untuk karantina wilayah.

DKI Jakarta serta wilayah-wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, serta Tangerang tak bisa dipungkiri menjadi area paling subur untuk angka kasus positif virus ini. Pilihan untuk menutup akses Ibu Kota menjadi salah satu yang dipertimbangkan mengingat saat ini orang-orang yang positif menderita Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 terus bertambah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memungkiri kemungkinan penerapan karantina wilayah itu. "Jadi itu termasuk yang sedang dibahas," kata Anies pada Sabtu, 28 Maret 2020.

Pembahasan mengenai karantina wilayah itu disebut Anies dilakukan bersama-sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya. Anies mengaku berjanji mengumumkannya bilamana kelak keputusan telah diambil.

"Nanti kalau sudah final, akan kami umumkan," imbuh Anies.

Sebelum DKI Jakarta mulai menatap opsi karantina wilayah, sejumlah daerah sudah lebih dulu mendeklarasikan untuk 'mengunci' daerahnya dengan istilah 'lockdown'. Padahal dalam undang-undang tercantum opsi Karantina Wilayah yang bisa menjadi pertimbangan meski setidaknya saat ini pemerintah tengah menyusun Peraturan Pemerintah (PP) terkait hal itu.

Kembali lagi mengenai kondisi Ibu Kota. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, tidak mempermasalahkan langkah yang kelak diambil Anies sebagai gubernur karena memang kebijakan penanganan itu diserahkan ke pemerintah daerah tetapi dengan prasyarat tidak melenceng dari kebijakan pemerintah pusat serta sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona yang diketuai Kepala BNPB Doni Monardo.

"Iya kalau kemudian, ini kan seluruhnya kita serahkan ke Pemda, karena bagaimanapun juga tadi waktu rapat di BNPB Pak Doni bilang lagi bahwa ketua gugus tugas di provinsi ya gubernur, wakilnya Pangdam dan Kapolda. Makanya silakan ketua gugus tugas membuat strategi untuk daerahnya masing-masing. Tentunya atas dasar perhitungan yang mereka lakukan," ujar Yuri--panggilan karib Achmad Yurianto--saat dihubungi pada Sabtu (28/3) kemarin.

Keputusan untuk karantina wilayah di Jakarta belum diumumkan tetapi sudah ada tanda-tandanya. Ada apakah?

Ramai Desak 'Lockdown', Begini Aturan Hukum Soal Penutupan Wilayah:

Selanjutnya
Halaman
1 2