Mega Ingatkan SBY Bayar Utang
Jumat, 09 Des 2005 17:55 WIB
Jakarta - Sekian lama no comment kalau ditanya soal kepemerintahan SBY-JK, kali ini Megawati angkat bicara. Mega mengingatkan kedua mantan pembantunya itu untuk bayar utang.Eits! Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu. Yang dimaksud sang mantan presiden ini bukan utang urusan pribadi, ataupun urusan parpol, tapi masalah utang luar negeri yang bakal jatuh tempo pada tahun 2006.Hal ini menjadi bahasan penting dalam pertemuan antara Mega, mantan Presiden Gus Dur, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Wiranto, dan Try Sutrisno yang tergabung dalam Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu (GNBB)."Dalam pertemuan yang kami lakukan, kami mengingatkan di tahun 2006 ada urusan yang paling penting, yaitu membayar utang," ujar Mega kepada wartawan usai pertemuan GNBB di kediamannya, Jalan Teuku Umar Nomor 27, Menteng, Jakarta, Jumat (9/12/2005).Sekadar diketahui, utang luar negeri yang akan jatuh tempo pada tahun 2006 mencapai 136,3 miliar dolar AS. Namun jumlah utang itu lebih kecil dibandingkan tahun 2005 yang mencapai 138 miliar dolar AS atau tahun 2004 sebesar 140,1 miliar dolar AS.Selain itu, GNBB juga membahas soal impor beras yang banyak ditolak oleh sejumlah kalangan, terutama petani. PDIP, kata Mega, sebetulnya sejak dulu menolak impor beras karena Indonesia pernah mengalami surplus beras pada tahun 2004, dan yang terpenting untuk saat ini adalah bagaimana mengatur harga gabah.Sayangnya Mega menolak berkomentar soal reshuffle yang baru saja dilakukan Presiden SBY terhadap menteri-menterinya. Alasannya, di jajaran kabinet tidak ada kader PDIP-nya. Mega mempersilahkan Akbar Tandjung mengomentari masalah itu.Menurut Akbar, sebetulnya secara spesifik pertemuan yang baru saja digelar tidak membicarakan golongan atau parpol. "Tetapi secara pribadi saya sudah memperkirakan itu terjadi. Artinya, pemerintah akan me-reshuffle yang risiko politiknya dianggap paling kecil," katanya seraya menyatakan dukungannya untuk Menko Perekonomian Boediono.
(umi/)











































