Profil Achmad Yurianto, Jubir Corona yang Tuai Kontroversi 'Kaya Miskin'

Puti Yasmin - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 16:56 WIB
Jubir Penanganan Virus Corona Covid-19 Achmad Yurianto
Achmad Yurianto (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Juru bicara pemerintah untuk penanganan kasus virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto barangkali tak akan menduga, pernyataannya soal si kaya dan si miskin akan menjadi kontroversi. Hanya selang beberapa jam sejak dia mengeluarkan statemen pada Jumat, 27 Maret 2020, namanya langsung memuncaki trending di media sosial.

Dalam video yang beredar, Yuri sapaan akrabnya mengatakan agar si kaya dan si miskin saling bekerja sama agar tidak menularkan penyakit.

"Kemudian yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar, dan yang miskin melindungi kaya agar tidak menularkan penyakitnya, ini menjadi kerja sama yang penting," jelas Yuri Jumat (27/3).

Profil Achmad Yurianto:

1. Lulusan Universitas Airlangga

Achmad Yurianto menempuh pendidikan S1 Kedokteran di Universitas Airlangga, Surabaya dan lulus tahun 1990. Selama masa perkuliahan, ia aktif dalam organisasi dan dipercaya menjadi Komandan Resimen Mahasiswa Unair tahun 1986 sampai 1988.

2. Jadi Dokter Militer

Selepas kuliah, Achmad Yurianto mengawali kariernya menjadi dokter militer. Tahun 1987 ia bergabung menjadi Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya.

Kemudian, di tahun 1991 ia mengabdi di Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali. Di tahun yang sama, Achmad Yurianto juga dipercaya menjadi dokter di Dili Timor Timur.

3. Jadi Kepala Rumah Sakit

Tahun 2008 Achmad Yurianto dipercaya menjadi Wakil Kepala RS tingkat II Dustira, Cimahi, Jawa Barat karena kariernya yang baik sebagai dokter militer. Kemudian, ia juga diangkat menjadi Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang, hingga tahun 2011 menjadi Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI.

4. Gabung Kemenkes

Achmad Yurianto bergabung ke Kementerian Kesehatan di tahun 2015. Ia dipercaya menjabat Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Ia juga menduduki Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan. Lalu pada 9 Maret kemarin Achmad Yurianto naik jabatan menjadi Direktur Jenderal P2P Kemenkes.

5. Jadi Jubir Virus Corona

Achmad Yurianto ditunjuk pemerintah untuk menjadi juru bicara penanganan kasus virus corona di Indonesia. Hal itu bermula dari penugasannya mengatur observasi WNI yang pulang Wuhan, China di pulau Natuna.

Hingga saat ini, Achmad Yurianto selalu memberikan update terkini soal kasus virus corona. Namun, pada Jumat (27/3/2020) kemarin pernyataan Yuri tentang pencegahan virus corona menuai kontroversi.

Achmad Yurianto pun mengaku tidak bermaksud merendahkan masyarakat miskin. Malahan, ia menekankan masyarakat kaya untuk tidak memberikan pekerjaan yang berat bagi para asisten rumah tangga sebagai salah satu contoh masyarakat miskin.

"Tetapi persepsinya di balik. Dikira saya menyudutkan yang miskin. Padahal saya ingin mempermalukan yang kaya gitu lho. Misalnya, di rumah punya asisten rumah tangga, ART itu tiap hari mondar-mandir dari rumahnya ke rumah majikan, dia naik angkot kan resikonya tinggi toh untuk tertular. Kalau dia nanti sakit terus di rumah majikan sakit semua kan jadi repot," jelas Achmad Yurianto.

Tonton juga 'Kasus Positif Corona Meningkat, Pemerintah Akan Selektif Soal RS':

(pay/erd)