Beredar Perintah Rencana Tutup Jalur Keluar-Masuk DKI, Polisi: Itu Simulasi

Mei Amelia R, Dhani Irawan - detikNews
Minggu, 29 Mar 2020 13:52 WIB
Semakin mewabahnya virus corona pembuat perusahaan dan PNS di Jakarta bekerja di rumah (WFH). Jakarta pun kini semakin sepi.
Foto aerial situasi Jakarta yang diabadikan pada Jumat, 27 Maret 2020. (Galih Pradipta/Antara Foto)
Jakarta -

Polda Metro Jaya tengah mempersiapkan rencana penutupan akses keluar-masuk Jakarta di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Namun hal itu ditegaskan Polda Metro Jaya bukan terkait dengan 'penguncian' atau lockdown Ibu Kota.

Arahan itu tertera dalam Surat Telegram dari Kapolda Metro Jaya kepada seluruh jajaran kapolres di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana meminta jajarannya menyiapkan rencana pengamanan terkait penutupan jalan itu. Akses yang ditutup mulai dari jalur arteri hingga jalan-jalan kecil yang menjadi akses keluar-masuk Ibu Kota.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan adanya Surat Telegram tersebut. Namun Yusri menegaskan maksud dari arahan itu bukan terkait dengan 'lockdown' Ibu Kota.

"Itu kita minta data rencana pengamanan masing-masing wilayah untuk kita adakan rencana latihan simulasi untuk kontingensi dalam menghadapi situasi sekarang," kata Yusri kepada detikcom, Minggu (29/3/2020).

"Jangan diartikan lockdown. Nggak ada itu lockdown," imbuhnya.

Yusri menyebut Kapolda Metro memerintahkan jajaran kapolres memberikan data pengamanan. Data itulah yang nantinya akan dijadikan bahan untuk latihan simulasi.

"Kita juga harus latihan dong. Kita mau menghadapi demo aja harus latihan kok. Ini rencana mau latihan makanya minta data, minta data ke polres-polres, rencana pengamanan seperti apa polres, baru kita jadikan satu, baru kita latihkan," kata Yusri.

Tonton juga 'Jawaban Anies soal Apakah DKI Akan Lakukan Karantina Wilayah':

(dhn/fjp)